oleh

Panggilan Hati, MAKI PP Tolak 43 Tahun 2018 Dana Imbalan Pelaporan Korupsi

Jakarta, TribunAsia.com – Pemerintah meluncurkan beleid pemberian imbalan 200 juta bagi pelapor korupsi berdasar Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2018, kemarin, Selasa (9/10).

MAKI menolak adanya PP tersebut dan meminta dicabut. Dalam pers release yang diterima redaksi, Rabu, (10/10) Koordinator MAKI Bonyamin Saiman menjelaskan 4 alasan penolakannya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at
  1. Kondisi keuangan Negara masih defisit dan beban berat untuk sebuah negara berkembang. Negara masih membutuhkan biaya untuk pembangunan yang lebih penting , juga ditambah dolar makin naik sehingga penerbitan PP tersebut belum pas waktunya karena akan menambah beban keuangan negara.
  2. Aktifis anti korupsi bersifat volunter (relawan) sehingga pemberian imbalan tersebut akan menurunkan daya juang relawan anti korupsi. Disisi lain imbalan tersebut akan memberikan peluang oknum aktifis menjadi pemeras (blackmail) karena adanya rangsangan imbalan sebagaimana terjadi dalam cerita film koboi. Pasal 165 KUHP menegaskan setiap warga negara untuk berkewajiban untuk melaporkan setiap kejahatan yang diketahuinya.
  3. Pemerintah seharusnya lebih mementingkan peningkatan kualitas aparat penegak hukum yang masih gagal dan belum mampu meningkatkan index pemberantasan korupsi karena masih dibawah angka 4. Kami khawatir isu imbalan ini hanya dipakai untuk menutupi kegagalan pemerintah dlm memberantas korupsi.

 

Dengan 4 alasan itu, Boyamin Saiman mengatakan, “MAKI sekuen akan menolak dana imbalan tersebut dalam bentuk :

  1. Tidak akan pernah mengajukan imbalan terhadap setiap laporan korupsi yang diajukan MAKI.
  2. Tidak akan pernah membuat rekening badan hukum MAKI sebagai konsekuensi untuk penerimaan imbalan.
  3. MAKI akan dibiayai secara mandiri oleh para Pendiri yang terdiri dari 9 orang dan sebagian Pendiri MAKI adalah lawyer yang berkomitmen untuk tidak menangani kasus-kasus korupsi,” pungkas Boyamin. (Esa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *