oleh

Kota dan Asing Salurkan Bantuan Korban Gempa Palu, Ini Daftarnya

Jakarta, TribunAsia.com – Bantuan dari dalam maupun luar negeri terus berdatangan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat (Pusdatin dan Humas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Senin (8/10), sudah ada bantuan internasional dari 10 negara yang diterima BNPB lewat Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) melalui 18 penerbangan.

Dia memerinci, dari Singapura ada dua penerbangan (C-130) yang mengangkut genset, peralatan kesehatan, selimut serta makanan. India ada dua penerbangan (IFC-C130 dan C-17) yang mengangkut genset, peralatan kesehatan, air bersih. Australia tiga penerbangan (C-130) mengangkut peralatan sanitasi, dapur umum, kantung tidur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Malaysia dua penerbangan (C-130) mengangkut makanan, Selandia Baru satu penerbangan (C-130) mengangkut genset, air bersih. Jepang satu penerbangan (C-130) mengangkut sparepart pesawat. Inggris dua penerbangan (A-400 dan IL76)) mengangkut genset, truk alat berat.

Swiss satu penerbangan (F900) mengangkut peralatan air bersih, tenda keluarga. Amerika Serikat tiga penerbangan (C-130) mengangkut genset, alat berat, serta Ukraina satu penerbangan (An-12) mengangkut alat berat.

Selain itu, ada sembilan negara sahabat yang memberikan bantuan dalam bentuk uang. Yakni, Korea Selatan (Korsel) USD 1 juta, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) USD 200 ribu, Uni Eropa EUR 1,5 juta, Venezuela USD 10 juta, Jerman EUR 1,5 juta, Vietnam USD 100 ribu, Australia AUD 500 ribu, Laos USD 100 ribu dan Kamboja USD 200 ribu.

Sedangkan 15 kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) juga sudah menyerahkan bantuan ke daerah terdampak. Kota Bandung memberikan 1.300 paket daging kurban melalui lembaga rumah zakat. Kota Bitung 13 tenaga relawan BPBD, masing-masing tiga genset, chainshaw, tenda dan dua truk mie instan atau sekitar 3.000 dus.

Kota Surabaya memberikan bantuan berupa pendirian posko di Taman Surya, lima ton beras, 2.000 dus mie instan, 10 unit (@4.500 volt), dua chainsaw, 1.000 box biskuit, 200 lembar kain kafan, 200 kantong jenazah dan dua tenda.

Kota Manado bantuan tahap satu sudah diserahkan. Bantuan tahap dua berupa kebutuhan pokok, evakuasi, dapur umum, tenaga kesehatan, beras, obat-obatan, pakaian untuk wanita dan anak-anak, popok, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tahap tiga sedang dibahas.

Kota Makassar (Tim Solidaritas Makassar dipimpin cakrawala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar) memberikan bantuan uang, biskuit, ikan sarden, perlengkapan wanita, obat-obatan. Kota Bontang bantuan tahap satu telah diserahkan. Bantuan tahap dua berupa 2,1 ton beras, 400 dus mie instan, kebutuhan wanita, 10 truk pakaian dan obat-obatan, 50 relawan, dan uang Rp 250 juta.

Kota Kendari empat relawan BPBD dan pendirian posko. Kota Malang pendirian posko dengan jam layanan 08.00-16.00 WITA. Kota Sukabumi 24 komunitas galang bantuan (BPBD dan relawan). Kota Balikpapan, 11 kebutuhan untuk korban di posko bantuan kantor wali kota Balikpapan dan menyiapkan penampungan asrama haji.

Bantuan BBM, solar dan premium, air minum,tenaga medis, obat-obatan dan rumah sakit lapangan, tenda, terpal, veltbed, water tank, bahan makanan, alat penerangan, genset, dapur umum, kantong mayat, kain kafan, makanan bayi dan anak kecil

Kota Kotamobagu, bantuan tahap satu akan diberangkatkan Sabtu 6 Oktober 2018 bantuan bahan makanan, relawan dan membuka posko penggalangan dana. Kota Gorontalo, sudah mengirimkan 39 orang tim relawan dan tergabung dengan Korem 133/NBW dan bantuan pada 2 Oktober 2018.

Kota Depok memberikan bantuan dana Rp 400 juta, Kota Tangerang Selatan tujuh personil Tim Resque Satpol PP sudah membantu evakusi selama empat hari dan 4 Oktober 2018 memberangkatkan kembali tim relawan.

Kota Tarakan, pengiriman bantuan logistik dan dana, penampungan dan pengembalian pengungsi ke daerah asal. Peminjaman dua unit mobil tangki air bersih milik Pemkot Tarakan koordinator oleh Polda Kaltara dan satu Kompi Brimob.

Pendataan, layanan kesehatan, pendampingan dan psikiater atau psikolog dan layanan logistik untuk pengungsi. Bantuan dan kepedulian berbagai pihak baik instansi pemerintah, swasta, organisasi, dan perorangan, membentuk tim terpadu. Ada enam tempat penampungan dengan kapasitas 1.500 orang dengan dukungan fasilitas TNI, Polri, BPBD, Tagana dan lain-lain sebagai antisipasi jika terdapat arus pengungsi.

“Sejumlah kota yang akan menyalurkan bantuan berikutnya adalah Ternate, Jambi, Binjai, Malang, Surabaya, Singkawang, Banjarmasin, Madiun, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Tangerang,” ungkap Sutopo. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *