oleh

Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawati Farmasi Divonis 2 Tahun Penjara

Jakarta, TribunAsia.com – Karyawati bagian admin Perusahaan Besar Farmasi diputus 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Diketahui pada kesempatan lalu terdakwa Yuliance dituntut 2 tahun 6 bulan oleh jaksa penuntut umum yang dihadiri oleh Franky Wibowo, SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

“Terdakwa menyesali perbuatannya menjatuhkan pidana 2 tahun 6 bulan. Barang bukti 1 buah surat pengangkatan (karyawan) dan dibebani biaya perkara 2 ribu rupiah,” ujar Frangky selaku JPU, (17/9).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pembacaan putusan telah didengarkan oleh terdakwa dihadapan Ketua Majelis Hakim yang dipimpin langsung oleh Surung Simanjuntak, SH.,SH serta didampingi Hakim anggota Suparman Nyompa, SH.,MH dan Tri Andita, SH.,MH.

Baca Juga : Yuliance Hadapi Tuntutan JPU Tanpa Pendamping Hukum, Kisruh Uang Pedagang Farmasi Senilai 1,3 M

Kemudian, Ketua Majelis Hakim mengatakan kepada terdakwa yang disangkanya telah menggunakan uang perusahaan diperkirakan mencapai Rp 1,3 Miliar.

Surung menjelaskan kembali kepada terdakwa Yuliance yang telah dijatuhi hukuman 2 tahun untuk menentukan sikap dan diberikan batas waktu selama 7 hari untuk menentukan langkah banding.

“Atas putusan ini anda mempunyai hak , menentukan sikap dalam tujuh (7) hari dan banding,” jelas Ketua Majelis Hakim Surung Simanjuntak, SH.,MH.

Saat putusan atau vonis penuntut umum dihadiri oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Baca Juga : Perdagangan Farmasi Mengembalikan Uang Perusahaan Melalui PN : Karyawan Sebut Etika Bagus

“2 tahun,” singkat Fahmi kepada TribunAsia.com, Selasa (9/10/2018).

Permasalahan ini muncul ketika terdakwa bekerja sebagai karyawati di Perusahaan Perdagangan Besar Farmasi (PBF) bertempat di jalan Mulya Jaya, Cipinang, Jakarta Timur lalu dilaporkan ke polisi oleh Bosnya terkait uang senilai Rp 1,3 miliar.

Dalam kesempatan lalu, berbagai upaya telah ditempuh baik pengembalian berupa sebidang tanah, perhiasan dan kendaraan milik keluarga terdakwa kepada Perusahaan tempat terdakwa bekerja yang dihadiri oleh mantan Bos Yuliance sendiri diruang sidang.

Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan meski upaya pengembalian kerugian sejumlah apa yang diutarakan oleh terdakwa dalam persidangan pekan lalu. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *