oleh

Pemerintah Genjot Proyek Infrastruktur, Pekerja Lokal Mengaku Sepi Panggilan Kerja

Jakarta, TribunAsia.com – Pembangunan infrastruktur menjadi andalan utama pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, pembangunan proyek infrastruktur yang masif selalu digemborkan pemerintah sebagai indikator keberhasilan pemerintah, dalam berbagai kesempatan, Jokowi dengan penuh semangat intens mensosialisasikan perkembangan program pembangunan infrastruktur, pemerintah juga berdalih pembangunan infrastruktur akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia, alasannya karena pembangunan infrastruktur membutuhkan pekerja untuk menyelesaikannya.

Klaim pemerintah tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan, berdasarkan penelusuran TribunAsia.com terhadap beberapa pekerja lokal, mereka justru mengaku sepi panggilan kerja, panggilan kerja tidak seramai sebelumnya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ari, salah satu pekerja yang saat ini terlibat dalam pembangunan salah satu gedung bertingkat di Jakarta, mengaku beberapa tahun lalu panggilan kerja justru lebih sering datang dibandingkan sekarang.

“Ya walaupun katanya lagi banyak proyek infrastruktur dibangun, tapi panggilan kerja yang masuk ke kami justru sepi, kadang kami menganggur berbulan-bulan, kalau sudah begitu palingan pulang kampung bantu orang tua” katanya, Jumat (5/10).

Pengakuan sama dilontarkan Komar, pria yang sudah malang-melintang dalam dunia pengerjaan proyek infrastruktur, dirinya secara terbuka mengeluhkan pendapatan kerja yang semakin menurun, hal itu terjadi karena Komar mulai jarang mendapat panggilan kerja, berbeda dengan dulu, panggilan kerja untuknya hampir tanpa jeda.

“Sekarang lagi kering mas, kaminya kesulitan, kalau dulu mah enak, belum habis satu sudah ada lagi panggilan lain, sekarang boro-boro, nunggu berbulan aja belum tentu dapat” ungkapnya.

Ambisi Jokowi membangun infrastruktur telah lama menuai sorotan, selain karena uang pembangunannya mayoritas berasal dari hutang luar negeri, tingginya jumlah tenaga kerja asing yang bekerja dalam proyek tersebut ditengarai merugikan pekerja lokal, pasar kerja untuk para pekerja lokal diambilalih oleh pekerja asing. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *