oleh

Shahih Muslim : Beriman kepada Allah

TribunAsia.com

Iman Kepada Allah Adalah Sebaik-baiknya Perbuatan

Iklan 52 Khutbah Jum'at

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ قَالَ قُلْتُ أَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا وَأَكْثَرُهَا ثَمَنًا قَالَ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ قَالَ تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعَمَلِ قَالَ تَكُفُّ شَرَّكَ عَنْ النَّاسِ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ مِنْكَ عَلَى نَفْسِكَ

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Saya pernah bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa perbuatan yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya.” Saya bertanya lagi, “Budak apa yang paling utama untuk dimerdekakan?” beliau menjawab, “(Adalah) Budak yang paling bernilai menurut pemiliknya dan yang paling tinggi harganya.” Abu Dzarr berkata, “Saya bertanya lagi, kalau saya tidak bisa melakukan hal itu?’ Beliau menjawab, “Kamu bantu kaum buruh atau kamu berbuat sesuatu untuk menolong ‘Akhraq’ (tuna karya).” Abu Dzarr berkata, “Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika saya tidak mampu melaksanakan beberapa amal perbuatan tersebut?” Beliau bersabda, “Kamu mencegah dirimu agar tidak berbuat jelek terhadap orang lain, karena demikian itu adalah sedekah darimu untuk dirimu sendiri. ” (Muslim 1/62)

 

Anjuran Beriman dan Mohon Perlindungan Allah (Beristi’adzah) dari Bisikan Syetan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُونَ يَسْأَلُونَكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ قَالَ فَبَيْنَا أَنَا فِي الْمَسْجِدِ إِذْ جَاءَنِي نَاسٌ مِنْ الْأَعْرَابِ فَقَالُوا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَذَا اللَّهُ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ قَالَ فَأَخَذَ حَصًى بِكَفِّهِ فَرَمَاهُمْ ثُمَّ قَالَ قُومُوا قُومُوا صَدَقَ خَلِيلِي

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, ‘Manusia senantiasa menanyakan kepadamu tentang ilmu, sampai mereka mengatakan, ‘Allahlah yang telah menciptakan kita, lalu siapakah yang menciptakan Allah?. ” Abu Hurairah berkata, “Tatkala saya berada di masjid tiba-tiba datang sekelompok orang Arab Badui, mereka bertanya, “Wahai Abu Hurairah, Allahlah yang telah menciptakan kita, lalu siapa yang menciptakan Allah?” Abu Hurairah bercerita, “Dia (Abu Hurairah) mengambil batu kemudian melemparkannya pada mereka, kemudian berkata, “Pergilah kalian, pergilah kalian, bahwasanya perkataan kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) itu benar.” {Muslim 1/84-85}

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ يَسْأَلُونَكُمْ عَنْ الْعِلْمِ حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ خَلَقَنَا فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ قَالَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ رَجُلٍ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ قَدْ سَأَلَنِي وَاحِدٌ وَهَذَا الثَّانِي

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Manusia selalu menanyakan kepadamu tentang ilmu, sampai mereka berani menanyakan, Allah yang telah menciptakan kita, lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ Abu Hurairah berkata, “Kemudian dia memegang tangan seorang sambil berkata, “Sungguh perkataan Allah dan Rasul-Nya itu benar, saya telah ditanya oleh satu orang dan orang ini adalah yang kedua.” {Muslim 1/84}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *