oleh

Perkara yang Melibatkan Terdakwa Susanti dan PT Ekasia Mitra Pratama Murni Perdata Bukan Pidana

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur Utama PT Karunia Multi Perkasa dan PT Ekasia Mitra Pratama disampaikan oleh Tim Penasehat Hukum Terdakwa Susanti Kurniadi merupakan murni perdata.

Masalah transaksi jual-beli besi muncul ketika terdakwa Susanti telah memberikan jaminan berupa surat tanah dan telah membayar uang senilai Rp 452 juta kepada PT Ekasia Mitra Pratama kepada Herman selaku bagian marketing.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Bahwa ini murni perdata bukan pidana. Dan telah diserahkan jaminan berupa surat tanah kepada Herman PT Ekasia Mitra Pratama sebagai marketing. Karena terdakwa telah membayar sejumlah uang sebesar Rp 452 juta kepada PT Eskasia Mitra Pratama dan jaminan berupa surat tanah,” kata Rielen, SH., Ondo, SH.,Tris,SH., Rido,SH., dan Rita, SH.

Dalam agenda Replik yang telah dibacakan oleh penuntut umum, Tim Penasehat Hukum menyayangkan saksi-saksi tidak pernah dihadirkan dimuka persidangan hal tersebut menjadi bagian kekecewaan mereka.

“Kita juga merasa kecewa Herman dan Regent tidak pernah dihadir dipersidangan sebagai saksi,” ungkapnya.

Baca Juga : Nota Pembelaan Terdakwa Terkait Kasus Jual-Beli Besi Miliaran Rupiah

Diketahui terdakwa Susanti Kurniadi dikenakan dakwaan Primiair Pasal 378 KUHPidana dan dakwaan Subsidiair 372 KUHPidana.

Selain itu, Kuasa Hukum terdakwa  Susanti menanggapi disela-sela sidang, bahwa apa yang dicairkan dan diusahakan oleh suami terdakwa tidak dipenuhi oleh pelapor. Karena, dalam batas tempo waktu 3 hari untuk pembayaran jual-beli besi tidak direspon.

“Bahwa apa yang ditanggapi oleh saudara JPU dana untuk pencairan yang di usahakan terdakwa dan suaminya tidak dipenuhi oleh pelapor karena dalam tempo 3 hari dicairkan untuk pembayaran,” cetus tim pengacara.

Lebih lanjut kata Penasehat Hukum terdakwa, kliennya saat diperiksa kali pertama di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa didampingi pengacara.

Baca Juga : Transaksi Pembayaran Besi 400 Ton Tidak Berjalan Mulus, Dirut Menjadi Terdakwa Dipengadilan

“Karena dalam satu hari itu tepat (17/10/2017) terdakwa langsung ditahan di Polda Metro Jaya,” tandasnya.

Dalam persidangan itu, Ketua Majelis Hakim dipimpin oleh Ida Ayu, SH serta didampingi oleh Hakim anggota M. Sirad, SH.,MH dan RR Endah, SH.

Menurut Majelis Hakim, pihaknya akan segera menentukan putusan dan telah menentukan tanggal 8 Oktober 2018 mendatang dikarenakan persidangan berdurasi terlalu lama dalam perkara tersebut.

“Lama nih saya harus mutus, putusan kan banyak ya fix tanggsl 8 ya. Sidang ditunda taggal 8 Oktober 2018,” pesan ketua majelis hakim Ida Ayu,SH mengakhiri sidang. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *