oleh

Sopir Bajaj Mengaku Diuntungkan dengan Bahan Bakar Gas

Jakarta, TribunAsia.com – Bahan Bakar Gas untuk kendaraan umum yang belakangan ramai disosialisasikan pemerintah, mendapat tanggapan positif dari pengemudi angkot. Bahan Bakar Gas (BBG) dinilai sebagai sebuah solusi tersendiri dalam menghadapi semakin mahalnya harga bensin. Berdasarkan pantauan lapangan, beberapa jenis angkot mulai menggunakan BBG, misalnya angkot jenis mikrolet dan bajaj.

Seorang pengemudi bajaj yang rutin beroperasi setiap hari menuturkan pengalamannya, Kartono, demikian ia sering disapa, lelaki perantauan asal Brebes ini mengaku sudah belasan tahun mengadu hidup di Jakarta dengan berprofesi sebagai pengemudi bajaj.

Bagi Kartono, BBG dalam segi pemakaian lebih irit dibandingkan bensin, bahkan menurutnya dua kali lipat lebih irit.

“Kalau dibandingkan bang lebih irit BBG, bajaj saya ini bisa ngisi keduanya, bisa bensin dan bisa BBG, kalau saya bandingkan ibarat orang yang memasak pakai minyak tanah dan orang yang memasak pakai gas” akunya, Kamis (4/10).

Kartono yang sehari-harinya mangkal di Pangkalan Asem, salah satu wilayah di Senen, berharap dengan penggunaan BBG yang lebih hemat akan berdampak pada perbaikan upah yang didapatnya setiap hari.

“Kalau jarang ngisi kan otomatis pengeluaran kita juga berkurang, jadinya sangu untuk keluarga bisa bertambah juga” sebutnya.

Sebagai salah seorang masyarakat yang hidup di Indonesia, dirinya berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib pekerja kelas bawah seperti dirinya, ini juga merupakan harapan dari sesamanya pengemudi bajaj. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *