oleh

Prof. Azhar Arsyad : Motivasi Santri PPMI Shohwatul Is’ad Pentingnya Belajar Bersungguh–Sungguh

Pangkep, TribunAsia.com – Santri PPMI Shohwatul Is’ad antusias mendengarkan motivasi dari mantan Rektor Universitas Islam Negeri Makassar, Prof Azhar Arsyad yang diselenggarakan di Masjid Buq’atul Ilmi, Kamis (4/10/2018).

Sejak pukul 07.00 WITA Santri PPMI Shohwatul Is’ad berbondong-bondong mendatangi masjid Buq’atul Ilmi yang berada dilingkungan pondok untuk menyaksikan langsung pemberian motivasi kepada santri kelas 9 dan 12. Acara yang ditujukan untuk meningkatkankan semangat santri dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Tepat pukul 09.0 WITA Prof Azhar Arsyad hadir ditengah-tengah santri dengan menggunakan baju baju batik coklat dan celana hitam. Dengan senyum ramah, beliau menyapa semua santri yang duduk berbaris rapih dalam masjid.

Dalam pemberian motivasi kali ini, Prof Azhar menyampaikan pentingnya seorang santri bersungguh-sunggh belajar di Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Makassar, Prof Azhar Arsyad.

“Saya bisa menjadi guru besar bahkan karena sungguh-sungguh ketika belajar di peantren, saya lulusan Gontor dan bisa menjadi lulusan terbaik karena kesungguhan dalam belajar” ujar Prof Azhar, Kamis (4/10/2018).

Prof Azhar kemudian menceritakan sekelumit perjalanan beliau selama keliling dunia untuk menjadi pemateri sekligus menikmati liburan.

“Saya sudah berkeliling dunia, ke Roma, Australia, Iran, Thailan dan banyak Negara lain untuk mengisi materi dan menerima undangan, baik dari Universitas maupun kedutaan” katanya.

Selanjutnya Prof Azhar yang saat ini sebagai Rektor Institut Parahikma Indonesia mengingatkan, urgensi menguasai bahasa Inggris maupun Arab sebagai modal untuk berperan dikancah internasional. mengingatkan kepada santri bahwa mereka lebih baik daripada anak-anak diluar yang belum sempat berada dalam lingkungan belajar yang baik

“Santri Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad berada dilingkungan belajar yang baik maka manfaatkan dengan belajar sungguh-sungguh, tidak perlu menjadi juara tapi man jadda wa jada. Dengan belajar giat  di pondok maka kita akan menuai kesuksesan dengan syarat belajar dan taat dengan guru serta bersikap rendah hati.

Para peserta Santri PPMI Shohwatul Is’ad yang mengikuti kegiatan motivasi Prof Azhar Arsyad.

“Sebagai santri pondok pesantren, anak-anakku harus terus giat belajar, menguasai bahasa Inggris atau Arab, lebih baik lagi jika menguasai keduanya, ingat jika kamu tidak berubah maka dunia akan merubahmu, jika dunia yang merubahmu maka kamu akan dihantarkan kepada keburukan, jadi harus berubah” kata Rektor IPI ini.

Setiap diri harus mengukur kesuksesannya, Prof Azhar mengungkapkan bahwa setiap santri modalnya hanya belajar dan terus belajar. Bukanlah kewajiban untuk menjadi juara namun kita harus menjadi sukses dengan kerja keras melalui belajar yang sungguh-sungguh.

“Menjadi juara tidaklah penting tapi menjadi genius adalah utama, modal yang diperlukan adalah berkeringat dengan usaha untuk belajar yang sungguh-sungguh” pungkas prof Azhar Arsyad. (BIA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *