oleh

Sekda Provinsi Bukan dari Muna, Gubernur Sultra Dinilai Langgar Janji Politik

Kendari, TribunAsia.com – Gubernur terpilih Sulawesi Tenggara Ali Mazi telah menetapkan Sarifuddin Safaa sebagai Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, pengangkatan Sarifuddin Safaa sebagai Sekda yang baru memicu polemik di kalangan masyarakat Sultra, tidak sedikit pihak yang mempermasalahkan pengangkatan Sekda yang baru.

La Ode Risman, tokoh muda Sultra, menilai pengangkatan Sarifuddin Safaa merupakan bentuk pengingkaran janji politik yang dilakukan Ali Mazi selaku Gubernur Sultra.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Ali Mazi telah melanggar janji kampanyenya, dulu saat keliling kampanye ia mengatakan Sekda akan menjadi jatah warga Muna, tapi kenyataannya yang diangkat sebagai Sekda adalah orang Wakatobi, seharusnya Ali Mazi tidak semborono berjanji” ucapnya kepada TribunAsia.com, Ahad (30/9).

Risman yang kini tercatat sebagai Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Barisan Muda KOSGORO 57, Ali Mazi yang berpasangan dengan Lukman Abunawas, mengingatkan kembali bahwa saat ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU hingga selesai pelantikan, Ali Mazi masih menegaskan janji politiknya.

“Saat kampanye hingga dinyatakan menang, Ali Mazi masih memegang janji politiknya, begitupun sesaat setelah dilantik, namun kini kenyataan berkata lain” imbuhnya.

Dirinya kemudian mendesak agar Ali Mazi tidak menjadi pemimpin ingkar janji, karena hal itu merupakan contoh yang buruk dalam tata kelola pemerintahan.

“Jangan ingkar janji, itu namanya pemimpin yang tidak layak jadi panutan, seharusnya jangan pernah menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi, ini terkait etika dan moral dalam berpolitik” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *