oleh

Hentikan Total Proyek Reklamasi, Bukti Anies Baswedan Berpotensi KKN, Fahri Minta Anies untuk Audit BPK Proyek Reklamasi

TribunAsia.com – Penghentian total proyek reklamasi Teluk Jakarta merupakan bentuk penegasan kedaulatan wilayah DKI atas investasi pihak korporasi. Puji anggota DPD RI Fahira Idris atas kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang menghentikan proyek reklamasi di 13 pulau reklamasi.

Senator asal DKI Jakarta itu menilai bahwa keputusan itu membuktikan Anies adalah pemimpin yang berani, tegas, dan bernyali. Sebab, megaproyek reklamasi Teluk Jakarta tidak hanya digarap oleh korporasi-korporasi besar, tetapi juga dilindungi oleh kekuatan-kekuatan besar.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita warga Jakarta patut bersyukur dipimpin oleh gubernur yang berani berjanji dan berani menepati janji tersebut. Janji menghentikan reklamasi dibayar lunas walau begitu banyak kekuatan yang harus beliau hadapi,” ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/9).

Menurut Fahira, penghentian total proyek reklamasi ini juga menjadi jawaban tuduhan berbagai pihak yang menyatakan Gubernur Anies setengah hati bahkan berniat melanjutkan reklamasi karena menerbitkan Pergub 58/2018 tentang Badan Pengelolaan Pulau Reklamasi.

Padahal, sambungnya, pergub tersebut diterbitkan sebagai salah satu langkah strategis untuk menghentikan total proyek reklamasi dan menyusun rencana pemulihan dan pengelolaan Teluk Jakarta dan Pulau Reklamasi untuk kepentingan publik luas.

“Penghentian total proyek reklamasi ini jawaban bagi mereka-mereka yang menuduh Anies ingin melanjutkan reklamasi. Reklamasi yang oleh pemimpin sebelumnya dipropagandakan sebagai masa depan Jakarta tinggal sejarah yang tidak boleh terulang,” lanjutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *