oleh

KPU Sosialisasikan Pemilu Pilpres dan Pileg 2019 kepada Kaum Difabel di Kantor KADI Jakarta

Jakarta, TribunAsia.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) sosialisasikan Pilres dan Pileg 2019 kepada calon pemilih pemilih yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel. Menurut keterangan, Komite Advokad Disabilitas Indonesia (KADI) meminta pihak KPU yang dihadiri oleh Tri agar memperhatikan kaum difabel. Yang perlu diperhatikan antara lain sarana tempat pemungutan suara yang mudah diakses.

“Meminta untuk pihak KPU lebih memperhatikan hak kaum difabel seperti TPS yang suka dilakukan ditempat yang menyusahkan kaum difabel seperti ditempat bertingkat yang tidak ada fasiltas lift,” ujar Bowo selaku KADI kepada TribunAsia.com, Jum’at (28/9/2018).

Dalam kesempatan sosialisasi pemilu turut dihadiri oleh para peserta difabel di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. KADI mengharapkan saat pemungutan suara berlangsung kaum difabel perlu didampingi keluarga menuju lokasi bilik suara. Hal itu, disampaikan untuk mengantisipasi kecurangan dan menjaga kerahasian hak suara terutama pada tuna netra.

“Difabel khususnya tuna netra minta untuk pendamping dalam bilik suara itu orang yg kenal atau pihak keluarga karna  kerahasian hak suaranya terjaga dan menghindari kecurangan. Klo tidak yang dikenal dan jujur nanti tuna netra mau pilih A tapi yang di coblos B,” kata Bowo didampingi oleh Ajad selaku Ketua Ikatan Tuna Netra Indonesia.

Selain itu, alat peraga pemilu diharapkan dapat membedakan sosok calon legislatif yang akan dipilih oleh kaum difabel dikarenakan keterbatasan.

“Difabel minta KPU carikan solusi untuk mengetahui calon legeslatif, karena ada 16 partai dan setiap partai ada 10 calon yang artinya ada 160 calon legeslatif,” tegasnya.

Masih kata Bowo, KPU telah menyerap apa yang menjadi keluhan dan keinginan difabel menjelang pemilihan umum ketika sosialisasi.

“KPU mensosialisasikan untuk pemilih difabel akan menyerap semua keinginan difabel dan mengusahakan memenuhui semua yabg di keluhkan difabel,” tandasnya.

Kemudian, Komite Advokad Disabilitas Indonesia berjanji akan menyukseskan pemilu pada 17 April 2018 mendatang termasuk Pilpres, Pileg dan Pilkada serentak dengan damai.

“Kadi siap menyukseskan pemilu 17 april 2019 dan siap berkerja sama bersama kpu untuk membantu mensosialisaikan untuk difabel. Pilpres,  Pileg dan Pilkada bukan alat untuk pemecah umat,” jelasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *