oleh

BEM Sejarah UNJ Gelar Lomba Debat Sejarah Nasional

Jakarta, TribunAsia.com – Badan Eksekutif Sejarah (BEM UNJ) selenggarakan Lomba Debat Sejarah. Rabu-Kamis, (26-27/9/2018) di di Aula UPT Perpustakaan, Kampus A UNJ, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Jakarta.

Sebanyak 36 SMA dan Madrasah Aliyah mengikuti kegiatan ini. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya di Jakarta tetapi juga Depok, Bekasi, Bogor dan Sukabumi. Lomba Debat Sejarah merupakan salah satu mata lomba dalam kegiatan yang bertema, Histeryc : Bangkit, Bergerak, Kembali Merajut Kebinekaan. Selain Lomba Debat Sejarah juga ada laksanakan juga Lomba Cerdas Cermat Sejarah, Diskusi Publik, dan Lintas Sejarah.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Melalui acara ini menurut Ketua Umum Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, Sumardiyansah Perdana Kusuma, akan menumbuhkan sikap kritis dan cinta kepada sejarah bangsa oleh siswa. Melihat antusias peserta, diharapkan kedepan kegiatan ini dapat melibatkan banyak sekolah tidak hanya yang di Jabodetabek bahkan sampai ke luar pulau Jawa.

Ketiga Juri Lomba Debat Sejarah, Drs. Suparman, SH, Drs. Sugino, M.Si, dan Abd. Malik Raharusun, S.Pd. M.Pd.

Dalam lomba debat sejarah ini peran juri sangat berperan. Berikut profil juri lomba sejarah, Juri Lomba Debat Sejarah ini terdiri dari 3 orang, Drs. Suparman, SH. lulusan IKIP Jakarta, Jurusan Pendidikan Sejarah tahun 1986 juga Jurusan Hukum UI tahun 1986. Kini sebagai Guru Sejarah SMA Negeri 2 Jakarta Pusat dan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia DKI Jakarta.

Juri kedua Drs. Sugino, M.Si lulusan Pendidikan Sejarah, Universitas Islam Sumatera Utara, tahun 1992 kini sebagai Guru Sejarah Madrasah Aliah Negeri 6 Jakarta dan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah Madrasah Aliah se-DKI Jakarta.

Juri ketiga Abd. Malik Raharusun, S.Pd. M.Pd Guru SMA Negeri 2 Kei Kecil, Maluku ini menyelesaikan S1 di UNM Makassar dan Master Pendidikan Sejarah di UNJ tahun 2014. Kini menjabat Pengurus Nasional MASIKA-ICMI.

Menurut juri lomba, Malik Raharusun, Sebagai juri Lomba Debat Sejarah dituntut profesional dan objektif dalam pemberian penilaian bagi peserta lomba.  Terdapat 3 komponen yang menjadi fokus penilaian juri yakni Substansi Materi dengan skor 0 – 40, Sikap dengan skor 0 – 40 dan Metode 0 – 20.

“Kompilasi dari nilai yang diberikan ketiga juri akan diakumulasi oleh panitia dan menentukan peserta yang lolos ke babak selanjutnya,” kata Malik Raharusun.  (malik/ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *