oleh

JPU Yuli Pertanyakan Jenis Kartu ATM BCA yang Lenyap Rp 746 Juta kepada Korban dan Saksi dari BCA

Jakarta, TribunAsia.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pertanyakan kartu ATM pemilik saldo Rp 746 juta direkening BCA yang lenyap tertelan mesin ATM meski telah melaporkan ke kantor Cabang BCA Rawa Mangun, Jakarta Timur.

Namun, terlebih perlengkapan identitas diri dan nomor kartu ATM sebagai persyaratan komplain nasabah turut dipertanyakan terkait perginya uang dari kartu jenis Platinum milik Karlina di Apotik Rini.

banner 336x280

“Jenis kartu apa ya Bu. Padahal ibu baru masukin PIN ya Bu,” kata Yuli, SH Penuntut Umum dimuka persidangan, Selasa (25/9/2018).

“Iya baru masukin PIN. Platinum,” jawab Karlina.

Lebih lanjut, dalam persidangan Yuli menanyakan kembali transaksi terakhir pada tanggal 30 dan kejadian Rp 746 juta melayang tersebut terjadi pada bulan April 2018 saat transaksi di Apotik Rini yang beroperasi non stop 24 jam.

“Apakah ibu pernah melakukan transaksi tanggal 30,” tanya JPU kepada korban.

“Demi Allah saya tidak pernah transaksi,” jawab korban Karlina kepada JPU.

Baca Juga : Nasabah BCA Kebobolan Rp 746 Juta Ketika Transaksi di Gerai ATM Apotik Rini Rawamangun, Jaktim

Persidangan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yaitu Nelson J Marbun, SH., M. Hum serta didampingi Hakim anggota Barita Sinaga, SH. MH dan Siti Rochmah, SH.

Dari keterangan saksi yang dihadirkan melalui CCTV yang terekam diketahui pelaku pembobol saldo ATM Platinum milik korban Karlina adalah Lalu Hadi, Lalu Sueb dan Ilyas alias Mail. Mereka ditangkap oleh polisi ditempat yang berbeda mulai dari Jakarta hingga berbagai daerah seperti Balik Papan dan Jambi. Selanjutnya, polisi melakukan penangkapan pada bulan Juni kepada 3 orang pelaku diberbagai tempat terpisah setelah menerima laporan dari informan yang tidak disebutkan dalam kesaksian didalam persidangan.

“Penangkapan bulan Juni. Kita menerima laporan dari informan. Yang digunakan untuk kredit mobil, bayar kontrakan untuk isteri rata-rata kehidupan pribadi ada di BAP,” tandas saksi Andika anggota polri kepada majelis hakim.

Selain itu, saksi dari perwakilan Bank Central Asia (BCA) tidak luput dipertanyakan tentang prosedur pelaporan ke kantor BCA yang telah di lakukan oleh nasabah ketika kartu ATM macet didalam mesin anjungan tunai.

“Bapak dari Hallo BCA ya. Langkah nasabah itu sudah betul ya,” ujar Yuli penutut umum dari Kejari Jaktim.

“Iya, nasabah ingin menelpon boleh nanti diminta data dirinya nggak perlu ke cabang. Sudah betul,” balas Johanes saksi dari BCA.

Kemudian, Johanes memaparkan perihal kemacetan kartu ATM milik Karlina saat hendak transaksi di Apotik Rini dikarenakan ada upaya pelaku pencurian uang spesialis mesin ATM untuk menguras uang nasabah.

“Mengapa kartu ini terkendala karena ada pelaku mengakali. Sebenarnya kartu ATM itu sudah ada dibuat dari pelaku. PIN itu sudah pasti ada yang intip (melihat),” beber Johanes.

“Terkait Ibu Karlina ini ada yang tertahan di apotik itu. Kartu yang tertahan ada di boks,” tambahnya.

Lebih lanjut, Majelis Hakim mempertanyakan kepada Karlina sebagai nasabah BCA yang kerap melakukan transaksi pembayaran melalui transfer antar Bank yang saat ini memiliki kartu ATM BCA berjenis Platinum.

“Sering saudara menggunakan ATM BCA. Apa yang anda lakukan di ATM tersebut,” tanya Nelson J Marbun, SH.,MH.

“Ya sekalian bayar (transaksi). Tidak ada yang antri di ATM. Setelah masuk tidak ada orang lagi dibelakang saya orang dewasa. ATM langsung ketelan. Saya langsung melapor ke kantor terdekat di jalan Pemuda,” jawab korban. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *