oleh

12 Anak Sukabumi Korban Pedofilia Lelaki Jomblo

Sukabumi, TribunAsia.com – Sebanyak 12 anak di bawah umur, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, menjadi korban pedofilia atau kekerasan seksual di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Predatornya yakni pria pengangguran dan masih single alias jomblo berinisial DDN (45).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Dari penyidikan kepolisian, ke-12 bocah yang terdiri dari enam berjenis kelamin laki-laki dan enam perempuan itu mengalami kekerasan atau pelecehan seksual secara bervareasi.

Lima anak perempuan di antaranya mengalami pelecehan hingga pencabulan, empat anak laki-laki disodomi, dan sisanya berhasil kabur.

Dalam melancarkan aksi bejadnya, DDN melakukannya di sebuah saung atau gubuk. Modusnya dengan cara mencegat korban, bujuk rayu, hingga memakai kekerasan.

Bahkan sadisnya lagi, dia mengikat dan melakban mulut salah seorang korban supaya tak berteriak sehingga leluasa melakukan perbuatannya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menjelaskan, terungkapnya kasus ini setelah adanya anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial A minta pindah sekolah karena sesuatu hal. Lalu, korban akhirnya menceritakan secara gamblang ke orangtuanya bahwa dia pernah disodomi oleh pelaku.

“Korban A ini masih duduk di kelas 3 SD. Orangtuanya langsung melaporkannya ke Polsek Caringin dan bersama seluruh elemen bergerak cepat menangkap tersangka,” ungkap Nasriadi, Selasa (25/9/2018).

Ditegaskan Nasriadi, pelaku DDN ditilik dari hasil pemeriksaan kesehatannya normal tanpa ada penyakit apapun. Namun, dari tes kejiwaannya tersangka mengalami kelainan seksual. Artinya, DDN bukan hanya tertarik terhadap perempuan, melainkan terhadap laki-laki yang masih di bawah umur.

“Kami masih melakukan proses penyidikan. Sampai saat ini kami masih menunggu keterangan-keterangan yang anaknya mereka menjadi korban kasus pedofilia ini. Termasuk apakah ada korban lainnya atau ada tersangka lainnya yang membantu tersangka,” paparnya.

Dari pengakuan tersangka, aksinya itu sudah dilakukan sejak Maret lalu. Namun pengakuannya ini masih terus didalami polisi. Barang bukti yang disita di antaranya lakban, celana dalam, baju, sarung, dan tali.

“Lokasi pelaku dengan sekolah para korbannya cukup dekat. Bahkan, beberapa di antara korban merupakan tetangganya. Kejadianya sepulang sekolah setelah korban kembali ke rumah,” ujarnya.

Akibat ulahnya, DDN disangkakan Pasal 81 ayat (1) dan (2) Junto pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun kurungan penjara. (JG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *