oleh

Polri TNI Tidak Netral dalam Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Tangsel, TribunAsia.com – Sempat menjadi polemik saat sebagian tokoh masyarakat, politisi dan aktifis sosial Kota Tangerang Selatan menggelar Deklarasi Kebangsaan yang dihadiri oleh puluhan tokoh nasional yang dikenal dengan deklarator tagar ganti presiden 2019.

Polres Kota Tangerang Selatan membongkar panggung acara yang awalnya berencana dilaksanakan di Lapangan Bola Kampung Jati, Kelurahan Buaran Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan.

banner 336x280

Akibat deklarasi tersebut sejumlah panitia pengurus, kepala rukun tetangga dan rukun warga mendapatkan tekanan dari pihak aparat untuk membatalkan rencana deklarasi kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini (23/9) Minggu pagi.

Ketua panitia deklarasi kebangsaan Kota Tangerang Selatan yang juga Politisi Partai Demokrat Julham Firdaus menyayangkan pihak kepolisian dan tentara tidak netral dalam menegakkan demokrasi di indonesia.

“Coba tengok UUD 1945 menyebutkan sangat jelas bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam berbangsa dan bernegara, tidak ada istilah lain apalagi melakukan tindakan salah sebagai warga negara melawan hukum,” ucapnya kepada awak media.

Didampingi sejumlah pengurus RT dan RW serta pihak aparat dalam diskusi deklrasi kebangsaan sebelum adanya intimidasi oleh pihak Polres dan TNI Kota Tangerang Selatan.

Sejumlah pengurus RT dan RW sudah menandatangani penolakan acara padahal sebelumnya siap mendukung hal tersebut terjadi akibat adanya pressure oleh pihak aparat, mereka (Polres dan TNI) tidak fair dan tidak netral.

Ini alam diera reformasi jangan bungkam demokrasi dan ketidakadilan sebab deklarasi kebangsaan adalah acara santunan dalam peringatan bulannya “ngalap berkah” buat anak-anak yatim bukan makar apalagi melawan hukum, bila ini ditolak nyatanya Tangsel membawa efek besar buat pilpres 2019,”.

Baca Juga : Disusupi Massa Tandingan, Deklarasi Kebangsaan Pindah Lokasi

“Kami akan tetap melaksanakan acara dekbang ini walau dijaga ketat aparat dan ada intimidasi oleh oknum yang tidak suka acara ini,” tutup Julham.

Terpisah presidium relawan nasional barisan nusantara MY Gunawan meminta aparat lebih menjaga kenetralannya sebagai pengawal demokrasi di Indonesia kaitannya dengan acara deklarasi kebangsaan

“Polri dan TNI harusnya tetap netral disayangkan panggung acara kok dirobohkan, mesti mereka (polisi.red) tidak melakukan itu sebab ini bulan muharam bulannya anak-anak yatim mendapatkan kebahagiaan,” pungkas My Gunawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *