oleh

Kampanye Telah Dimulai, Bersiap Kota Kita Jadi Semrawut ?

Jakarta, TribunAsia.com – Masa kampanye kerap membuat kora menjadi polusi alat peraga dan atribut. Kampanye akan segera dimulai  Pelaksanaan pemilu serentak diprediksi akan membuat proses pengawasan kampanye menjadi lebih rumit.

Bawaslu didorong untuk lebih tegas memantau penggunaan dan pemasangat atribut kampanye di tempat umum. “Sebetulnya yang mengkhawatirkan di pemilu serentak itu elemen kecil teknisnya yang kadang bisa mengganggu. Misalnya soal pemasangan baliho dan stiker-stiker kandidat,”

Meski telah ada beberapa aturan mengenai hal-hal tersebut, banyak kalangan yang belum paham. Tidak jarang pula yang mengabaikan. “Elemen teknis itu bisa jadi mainan partai, caleg, dan pendukung capres-cawapres,”. Selain itu, penggunaan atribut-atribut seperti itu juga dapat mengganggu kebersihan dan ketertiban umum.

Setelah melalui masa pemilu yang berulang kali, sudah seharusnya ketertiban dalam hal tersebut dapat dikendalikan dengan baik oleh Bawaslu. Bawaslu dan petugas keamanan harus ketat memantau kedisiplinan partai dan pendukungnya di setiap daerah.

“Kalo pengalaman pemilu 2014 ada pengaturan pembatasan jumlah baliho dan spanduk. Dulu tiap desa tidak boleh lebih dari 3.  Kalau sekarang tidak diatur secara eksplisit jumlah maksimalnya,”. Semua pihak yang memiliki tanggung jawab memantau hal tersebut harus memastikan beberapa aturan dan larangan soal atribut dan alat peraga dapat dijalankan dengan baik. Terutama kepatuhan soal larangan memasang alat peraga dan atribut di pohon, di kendaraan umum, dan lain-lain. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *