oleh

Didukung 300 Jenderal, Prabowo : “Ini Pertemuan Kita yang Terakhir Merebut Kedaulatan Bangsa”

TribunAsia.com

Oleh : Naniek S Deyang

Ballroom Hotel Sari Pacific, Sabtu siang (22/9) bergetar. Dihadiri lebih 300 Jenderal (Purn) dari berbagai kesatuan dan para intelektual, ruangan itu bak menjadi saksi bangkitnya militansi rasa nasionalisme dan bela negara.

Pertemuan yg tadinya bertema bedah buku Paradoks Indonesia  karya Prabowo Subianto itu   berubah suasananya seperti layaknya briefing pasukan yang akan menuju medan laga.

Lagu pembuka Indonesia Raya yg kemudian disambung dengan “Kulihat Ibu Pertiwi” mengoyak nurani para tentara tua ini. Tak jarang para Jenderal Gaek banyak yg menghapus air matanya, pun juga Prabowo Subianto. Mereka terluka..mereka sedih, dan mereka prihatin melihat Indonesia yg makin terpuruk dan “sakit” seperti saat ini.

Saat Prabowo menyampaikan pandangannya soal Paradoks Indonesia, berkali -kali tepuk tangan  dan kepalan tangan diacungkan Para Jenderal ini.

Apalagi pandangan -pandangan  Prabowo  dalam  buku Paradok Indonesia diperkuat atau didukung paparan   Ilmiah oleh menantu Bung Hatta yg juga Guru Besar Universitas Indonesia, Prof  Dr Sri Edi Swasono, yg sangat mendukung konsep ekonomi kerakyatan Prabowo Subianto.

(Foto : Facebook/Naniek S Daeyang)

Di akhir acara , tanpa di duga oleh Prabowo , ternyata 300 Jenderal itu membuat Pernyataan  sikap yaitu berupa DUKUNGAN pada  pasangan Prabowo-Sandi dan bertekat akan berjuang habis -habisan  untuk memenangkan pasangan dengan nomer urut 2 ini.

Prabowo yg mustinya tdk berpidato lagi, setelah menerima pernyataan tertulis dukungan 300 Jenderal itu langsung minta waktu naik ke podium lagi . Dan  dengan suara parau menahan haru , Prabowo menyampaikan pidato singkatnya yg membuat Para Jenderal ikut menitikkan air mata.

“Saya mengucapkan terimakasih, pertama-tama saya tidak menduga atas pernyataan sikap ini, saya tidak berharap karena ingin menghormati kebebasan saudara-saudara untuk menilai dan memilih,” ungkap Prabowo tercekat sesaat.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu menjelaskan, dengan pernyataan sikap itu ia menerimanya sebagai suatu penugasan, suatu kehormatan yang sangat besar karena banyak purnawirawan Jenderal TNI Polri yang hadir dalam acara tersebut adalah senior, mentor, dan gurunya yang menggemblengnya pada saat ia aktif semasa berdinas di militer dulu.

“Saudara-saudara adalah senior senior saya, guru guru saya, mentor mentor saya yang menggembleng saya dari kecil. Bahwa saudara menegaskan saya untuk menjadi pembawa bendera merah putih adalah kehormatan yang sangat besar bagi saya,” tutur Prabowo.

Karena itu, Prabowo bertekad untuk memberi segala yang ada pada dirinya, baik seluruh tenaga dan pikiran untuk bersama-sama dengan ratusan Jenderal tersebut untuk kembali merebut  kedaulatan bangsa Indonesia pada Pilpres 2019 mendatang.

“Terimakasih, atas kepercayaan saudara saudara, ini adalah kehormatan yang sangat besar bagi saya. Inilah perjuangan kita, inilah pertempuran kita yang terakhir merebut kembali kedaulatan bangsa Indonesia. Terimakasih,” tandas Prabowo yang disambut tepuk tangan dari para ratusan jenderal purnawirawan dan tokoh intelektual yang hadir dalam acara tersebut.

(Foto : Facebook/Naniek S Daeyang)

Saat acara selesai  para  pensiunan Jenderal itu berebut bersalaman hingga ada yg terus menitikkan air mata lantaran harapan besarnya agar Prabowo bisa menyelamatkan negeri ini.

300 Jenderal ( Purn) itu  terdiri dari  mulai dari beberapa  mantan Panglima, Mantan KSAD , Mantan Pangkostrad, Mantan KSAU , KSAL, Mantan  Kapolri, Mantan KABAIS, dll. Mereka semua adalah Jenderal2 pejuang yg ada di garis lurus saat dulu bertugas. Tak heran bila mereka merasa sakit atas keadaan negara saat ini.

Meski sdh purnawirawan , mereka yakin punya pengaruh dan kemampuan utk menggerakkan massa  dalam rangka  membantu memenangkan Praboowo -Sandi.

Mereka  bakar semangat nasionalisme itu dengan menyanyikan himne saat mereka digembelng di Lembah Tidar yg antara lain syairnya  berbunyi :”Biarpun  Badan Hancur Lebur Kita Akan Bertempur Membela Keadilan Suci Kebenaran Murni”.

Luar biasa!  Kalau para Jenderal tua itu telah membakar semangatnya, saatnya kita semua  bersatu dan bersemangat berjuang memenangkan Prabowo Sandi !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *