oleh

Ekonomi Indonesia dalam Masalah Serius

Jakarta, TribunAsia.com – Kondisi ekonomi Indonesia mengalami kemunduran, lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar hingga mahalnya harga kebutuhan pokok merupakan pertanda nyata bahwa ekonomi Indonesia sedang tidak baik.

Menurut analisa ekonom, Awalil Rizky, bila dicermati kebijakan mutakhir pemerintah, sangat nampak bahwa pemerintah memperketat peredaran Dollar, hal itu dilakukan untuk menyikapi krisis ekonomi yang sementara terjadi.

banner 336x280

“Kurs mata uang dipengaruhi oleh sekelompok kecil orang tapi mereka berpengaruh. Pemerintah sedang berupaya memperketat peredaran Dollar karena menyangkut krisis ekonomi. Transaksi Dollar terbesar ada di dalam negeri tapi sifatnya berupa bank note sedangkan uang kertas porsinya sangat kecil” jelasnya saat membawakan kuliah umum tentang pelemahan Rupiah di Kantor Barisan Nusantara, Jum’at (21/9)

Awalil memandang kemampuan pemerintah mengendalikan Dollar tidak maksimal berlaku kepada pemilik modal super besar.

“Regulasi diperketat untuk mengendalikan Dollar tapi yang pemain kelas kakap dengan modal besar susah dikendalikan” tambahnya.

Dalih pemerintah yang sering mengklaim bahwa uang yang masuk ke dalam negeri mengalami peningkatan adalah bukti bahwa ekonomi dalam kondisi baik merupakan klaim tanpa dasar. Klaim tersebut dianggap mengabaikan fakta sesungguhnya.

“Selama tujuh tahun terakhir pendapatan negara lebih rendah dibandingkan pengeluaran tapi uang bertambah karena faktor utang, pemerintah sering menggunakan dalih ini” pungkasnya.

Walaupun pemerintah terkesan tidak ingin mengakui, namun langkah pemerintah mempersulit impor merupakan bukti bahwa Indonesia sedang dalam kondisi krisis.

“Langkah  pemerintah mengurangi impor merupakan bukti bahwa ekonomi kita sedang bermasalah, masalahnya impor tidak semuanya ditangani pemerintah, sebagian ditangani swasta, sehingga yang bisa dilakukan hanya dengan menaikkan pajak untuk mempersulit impor oleh swasta. Ini langkah setengah hati” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *