oleh

Tangani Perkara Pemilu 2019, Aparat Keamanan Adakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

Jakarta, TribunAsia.com – Menyikapi penanganan perkara tindak pidana pelanggaran pemilihan umum (pemilu) 2019 aparatur penegak hukum membutuhkan koordinasi yang intensif antara panitia pengawas, penyidik dan serta jaksa yang ditunjuk khusus dalam perkara pemilu.

“Selaras dengan kapolres, namun perlu ditambahkan bahwa peran panwaslu sangat penting dalam penanganan perkara tindak pidana pemilu, diperlukan koordinasi yang intensif antara panwas, penyidik perkara pemilu serta jaksa,” kata Ahmad Mukhlis selaku Kasi Pidum Kejari Jaktim, Jum’at (21/9/2018).

Untuk itu, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menempatkan jaksa-jaksa yang berkompeten untuk melimpahkan perkara pemilu hingga ke pengadilan dalam wilayah Jakarta Timur sehingga unsur syarat-syarat formil dan materil terpenuhi.

“Jaksa yang ditugaskan sehingga ketika dilimpahkan ke PN syarat formil dan materiil tindak pidana pemilu terpenuhi,” jelasnya usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral.

Yang sulit menurut Ahmad Mukhlis, bagi pelanggar pemilu tidak bisa ditahan dan kesulitan yang ditemui adalah saksi-saksi tidak mudah dihadirkan.

“Yang sulit adalah karena pelanggar tindak pidana pemilu tidak bisa ditahan, bahkan saksi-saksi sulit dihadirkan di persidangan,” ujar Kasi Pidum.

Kejari Jaktim pun turut mengharapkan saat berjalannya pemilihan umum baik pemilihan presiden maupun legislatif dapat dirasakan oleh masyarakat luas berjalan dengan aman dan sukses.

“Kejaksaan mendukung penuh demi terciptanya pemilu di wilayah Jakarta Timur aman, lancar dan sukses,” tegasnya

Diketahui, rapat koordinasi antar lintas sektoral mengenai pemilihan umum di gelar di ruang rapat utama Polres Jaktim dengan dihadiri oleh pihak-pihak terkait antara lain Pemerintah Adminsitrasi Jakarta Timur, Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD), Badan Pengawas Pemilu, Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *