oleh

Guru Honorer Bersiap Aksi Mogok Ngajar Sebulan

Jakarta, TribunAsia.com – Sekjen Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Nur Rambe mengatakan aksi mogok mengajar para guru honorer K2 berpeluang semakin besar ketika pendaftaran CPNS 2018 resmi dibuka 26 September mendatang.

Sebab saat itu bakal menjadi pembuktian apakah tenaga honorer yang usianya lebih dari 35 tahun bisa mendaftar CPNS baru atau tidak. ’’Kita sepakat tunggu momen. Kapanpun dibuka pendaftaran CPNS, maka besoknya honorer izin tidak masuk kerja selama satu bulan,’’ kata Rambe.

banner 336x280

Sementara itu terkait mogok yang dilakukan guru honorer disesalkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Muhadjir yang ditemui setelah rapat kerja dengan DPR, Rabu, mengimbau agar aktifitas mengekspresikan pendapat dapat meninggalkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

”Kalau itu terjadi maka akan mengurangi kadar profesionalisme dia sebagai seorang tenaga didik,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai langkah lebih lanjut untuk keberlangsungan nasib honorer, Muhadjir menuturkan bahwa dirinya tak memiliki otoritas untuk menjawab. Sebab hal itu sudah menyangkut kewenangan Kementerian PAN-RB.

”Kami sudah menyampaikan kuota dan rambu-rambu yang bisa dijadikan dasar pertimbangan untuk rekruitmen,” katanya.

Kemendikbud, menurut Muhadjir, sudah memberikan usulan yang menjadi polemik dari guru honorer. Saat rapat di Kantor Wakil Presiden, Muhadjir mengusulkan kuota guru honorer untuk CPNS ditambah. ”Termasuk juga mereka yang sudah mengabdi supaya ada pertimbangan,” tuturnya.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang itu masih berharap jika aksi mogok tidak berlanjut. ”Jangan mogok lah karena ini menyangkut anak didiknya,” katanya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *