oleh

Diduga Penculikan, Polsek Jatinegara Jelaskan Tentang Penemuan 2 Bocah Kecil karena Lepas Kontrol Orang Tua

Jakarta, TribunAsia.com – Kapolsek Jatinegara menjelaskan tentang penemuan bocah yang hilang, dinilai kurangnya pengawasan orang tua hingga putrinya tidak dapat kembali kerumah. Berkat laporan masyarakat terutama pengemudi ojek online yang telah melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat atas penemuan bocah malang yang tidak memahami arah pulang ketika tersesat ditepi jalan.

“Ini saya jelaskan ini bukan kasus penculikan anak ini tapi kasus anak main yang lepas kontrol orang tua. Itu anak bermain yang ngajak Siska, tapi nggak ngomong sama orang tuanya. Pada saat anak itu di halte bis menangis ada ojek online dan masyarakat membawa anak itu ke Polsek untuk diamankan,” kata Komisaris Rudi kepada wartawan dikantornya, Kamis (20/9/2018).

Perihal kejadian itu, Kapolsek Jatinegara berupaya berbagi informasi ke seluruh jajaran Polsek yang ada di wilayah Jakarta untuk dapat memastikan kepada warga sekitar yang merasa kehilangan sanak dan saudaranya atau kenal dengan kedua bocah yang baru diamankan oleh petugas karena tidak bisa kembali kerumahnya.

“Kemudian kita berupaya Polsek di timur komunikasi di seluruh Polsek dengan adanya itu ada satu Polsek yang merespon bahwa tadi ada orang tua datang ke Polsek Pulo Gadung bahwa kehilangan anak,” jelas Komisaris Polisi Rudi.

Baca Juga : Dua Bocah Kecil di Cipinang Besar Utara, Jaktim Dilaporkan Hilang Ketika Mengikuti Ondel-Ondel

Namun, selang beberapa jam kedepannya dirinya menerima respon perihal laporan warga yang mencari kedua putrinya. Kejadian awalnya ketika pukul 17.00 WIB bocah kecil tersebut menyaksikan ondel-ondel dan tidak terlihat kembali dalam tempo yang singkat disekitar pekarangan rumahnya.

Menindaklanjuti, pelaporan warga yang diterima melalui jaringan sosial media melalui grup WhatsApp agar diarahkan untuk menjemput kedua putrinya di Mako Polsek Jatinegara yang terletak di Cawang, Jaktim.

“Berdasarkan dari WA group Polsek melihat foto anak, bahwa anak itu benar itu anaknya. Kemudian yang bersangkutan langsung menuju Polsek Jatinegara untuk menjemput anaknya,” ujar Kapolsek Jatinegara.

Keterangan terpisah, diperoleh dari orang tua korban yang tinggal di RT 006 RW 06 bahwa putrinya telah diculik oleh pria dewasa usia sekitar 50 tahun lebih dan putrinya tidak mahir berbahasa Indonesia karena kental dilingkungan rumah dengan bahasa Madura, Jawa Timur.

“Anak saya bisa sedikit bahasa sini. Dia nangis nggak mau ikut Bapak-bapak itu kemudian ada grab yang lihat dan diviralkan ke group dan melaporkan ke Pospol,” ucap Muklas yang tinggal di Cipinang Besar Utara, Jaktim.

Ia pun mengatakan, kabar kehilangan putrinya diperoleh dari rekan kerjanya saat bekerja dan beberapa kesempatan waktu kedepan, Muklas berusaha mencari putrinya yang bernama Vira (5) dan menyambangi ketempat-tempat yang kerap dikunjungi oleh putrinya. Diketahui kabar Vira dan Siska dinyatakan hilang setelah menyaksikan pertunjukan ondel-ondel disekitar rumahnya.

“Vira umur 5 tahun nggk bisa bahasa Indonesia dan Sindy umurnya 7 tahun. Kalau Sindy bisa bahasa Indonesia, anak saya baru bisa sedikit. Cuma ada driver grab ngeliat ini dia curiga langsung ngubungin Pospol. Tau ada dia di Polsek dari grup langsung saya ke Polres Jakarta Timur,” terang Muklas.

Saat ini, kedua bocah yang diduga korban penculikan telah dijemput oleh pihak keluarga sekitar pukul 20.45 Wib di Polsek Jatinegara dengan kondisi sehat dan kini dapat kembali bersama orang tua mereka. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *