oleh

Yuliance Hadapi Tuntutan JPU Tanpa Pendamping Hukum, Kisruh Uang Pedagang Farmasi Senilai 1,3 M

Jakarta, TribunAsia.com – Yuliance hadapi tuntutan JPU seorang diri tanpa didampingi kuasa hukum ketika itu bekerja dibagian admin. Dengan mata berkaca-kaca di ruang sidang terkait kasus uang senilai Rp 1,3 miliar milik Perusahaan Farmasi.

Usai pembacaan tuntutan, dijadwalkan pekan depan terdakwa Yuliance diagendakan oleh Majelis Hakim untuk menentukan pembelaan atau pledoi.

“Kamu berhak mengajukan pembelaan, kamu dituntut dua setengah tahun (2,6 tahun) Itu kamu dituntut Rp1,3 M,” kata Surung Simanjuntak selaku pimpinan sidang, Senin (17/9/2018).

Namun, ketika selesai pembacaan tuntutan oleh Penuntut Umum yang dihadiri Franky Wibowo, dia tetap pada pendirian tuntutannya yaitu selama 2 tahun 6 bulan.

“Terdakwa menyesali perbuatannya menjatuhkan pidana 2 tahun 6 bulan. Barang bukti 1 buah surat pengangkatan (karyawan) dan dibebani biaya perkara 2 ribu rupiah,” ujar Franky selaku JPU.

Permasalahan ini muncul ketika terdakwa bekerja sebagai karyawati di Perusahaan Perdagangan Besar Farmasi (PBF) bertempat di jalan Mulya Jaya, Cipinang, Jakarta Timur lalu dilaporkan ke polisi oleh bosnya terkait uang senilai Rp 1,3 miliar.

Dalam kesempatan lalu, berbagai upaya telah ditempuh baik pengembalian berupa sebidang tanah, perhiasan dan kendaraan milik keluarga terdakwa kepada Perusahaan tempat terdakwa bekerja yang dihadiri oleh mantan Bos Yuliance sendiri diruang sidang.

Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan meski upaya pengembalian kerugian sejumlah apa yang diutarakan oleh terdakwa dalam persidangan pekan lalu.

Kini, pembacaan tuntutan telah didengarkan oleh terdakwa dihadapan Ketua Majelis Hakim yang dipimpin langsung oleh Surung Simanjuntak, SH.,SH serta didampingi Hakim anggota Suparman Nyompa, SH.,MH dan Tri Andita, SH.,MH.

Kemudian, Majelis Hakim mengatakan, kepada terdakwa Yuliance untuk segera mengajukan pembelaan diberi kesempatan waktu hingga sidang berikutnya dan membuat 4 rangkap salinan berisi pembelaan.

“Buat itu 4 rangkap (pembelaan). Tidak ada saudara yang lain. Ada lagi yang mau disampaikan,” tanya Majelis.

Selain itu, terdakwa Yuliance menyampaikan dihadapan penuntut umum serta Majelis Hakim tentang sikapnya untuk menentukan langkah-langkah pembelaan disampaikan secara lisan tanpa didampingi pengacara.

“Saya menyesal atas kejadian ini. Mohon diringankan. Saya sampaikan secara lisan, tidak ada bantuan hukum tuntutan dua setengah tahun (2 tahun 6 bulan),” harap terdakwa dengan hijab hitam. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *