oleh

Pekan Ekonomi Syariah, Gubernur Sulsel Janji Pangkas Perizinan Hanya Setengah Jam

Makassar, TribunAsia.com – Memacu pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan berarti membuka ruang ekonomi syariah. Menyebarluaskan dan mengaplikasikan ekonomi syariah sekaligus menyediakan ummat Islam untuk berkembang kapitalisasi ekonomi dan menyerap lapangan pekerjaan.

Sinergitas antara pemerintah, perguruan tinggi dan perbankan. Dengan dukungan berbagai pihak, Sulawesi Selatan dapat bertumbuh perekonomiannya dengan cepat.

Jika kita berkolaborasi dengan unsur Pemerintah, perguruan tinggi dan perbankan untuk pembiayaan, maka Sulawesi Selatan dapat berkembang pesat perekonomiannya “kata Gubernur Sulawesi Selatan yang baru dilantik, Nurdin Abdullah dalam Pekan Ekonomi Syariah di Makassar. Jumat – Sabtu (14-16/9).

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menghadiri Pekan Ekonomi Syariah di Makassar. (14/09/18)

Dalam sambutannya Nurdin Abdullah menjelaskan, yang perlu diperhatikan, adalah perbaikan kualitas produk dan akses pembiayaan dipermudah termasuk perijinan usaha.

“Produk harus kita tingkatkan kualitasnya, memperbaiki kemasan dan kelangsungan produk” kata Gubernur yang Profesor Unhas ini.

Nurdin Abdullah berjanji, pemerintah akan mempermudah ijin usaha, jika selama ini pengurusan berlarut-larut, maka kita akan pangkas menjadi setengah jam.

Kemudahan berinvestasi yang akan disediakan pemerintah Sulawesi Selatan maka investor akan mudah dan tertarik datang.

Menutup sambutannya, Nurdin berharap, melalui kegiatan pameran ekonomi syrariah, maka jumlah produk halal yang tersedia dipasaran makin banyak” pungkas mantan Bupati Bantaeng ini.

Kesempatan yang sama, Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, menyebutkan, event ini akan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan optimisme seluruh stakeholder.

Pekan Ekonomi Syariah Makassar yang diselenggarakan tahun ini kami konsep 3F yakni food, fashion, dan finance. “Food dan finance berkaitan dengan bagaimana mendorong tumbuhnya industri dan UMKM yang menyediakan amenitas pariwisata syariah Sulsel, berupa halal food dan sharia fashion,” kata Bambang.

Sedangkan finance, berkaitan dalam hal untuk menunjang bertumbuhnya amenitas dan atraksi, berkembangnya aksesibilitas dan ancillary melalui pembiayaan syariah. Menurutnya, selain dihadiri oleh sejumlah UMKM dan perbankan syariah sebagai peserta pameran, event ini juga diisi dengan berbagai event. “Seperti sertifikasi halal untuk UMKM Sulsel, talkshow dengan para entrepreneur muda syariah, fashion show, hijab tutorial, lomba kesenian, dan sharing informasi dari perbankan terkait produk-produk pembiayaan syariah,” kata Bambang Kusmiarso.

Terpisah, menanggapi Pekan Ekonomi Syariah, Humas Pondok Pesantren Shohwatul Is’ad, Rabiah Pananrangi mengatakan, menyambut baik acara pekan Ekonomi Syariah. Ini akan membuka peluang ummat Islam untuk berkembang dan menjadi edukasi bagi umat.

“ Kita minta Pemprov Sulsel untuk memfasilitasi ekonomi syariah ini dengan mengajak dan memfasilitasi pondok pesantren. Misalnya membuka gerai ekonomi mikro syariah di Pondok Pesantren Showatul Is’ad,” Pungkas Rabiah. (BIA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *