oleh

Benahi Tata Kelola Pangan, A-EBH Gelar Seminar Sustainable Development Goals

Jakarta, TribunAsia.com – Persoalan tata kelola pangan, distribusi pangan yang tidak merata, mahal dan timpang bagi rakyat merupakan persoalan Indonesia menuju swasembada pangan. Menyadari persoalan pangan ini Blockchain membawa solusi bagi tata kelola pangan, rantai pasok dan “supply chain” pangan.

banner 336x280

“Tata kelola pangan Indonesia  belum dikelola dengan baik. Ini ditunjukan oleh data pangan yang tidak  akurat. Kerap data yang disiarkan sering berbeda atau bertubrukan antar lembaga dan kementerian. Seperti Kementan, Kemendag, BPS, Bulog dan asosiasi terkait,” kata Commisioning Dharma Jaya Jakarta, Salman Dianda Anwar dalam seminar Asia-European Blockchain HUB (A-EBH);  for Sustainable Development Goals, 20th Country Tour Summit  2018/2019 di Jakarta, Selasa (11/9).

Para pembicara seminar Asia-European Blockchain HUB (A-EBH);  for Sustainable Development Goals, 20th Country Tour Summit  2018/2019.

Sebagai pembicara dalam seminar ini Blaz Golob President & CEO EBH dari Slovenia, Dr. Arief Satria, Rektor IPB Bogor Indonesia didampingi Prof. Dr. Ir. Yandra Arkeman (Pakar Blockchain Indonesia/IPB), Rex Yeap Founding Member EBH asal Malaysia, Eddy Virgo Chairman Asia – Europe Blockchain Hub asal Indonesia, H. Mahfud Malik Founding Member Indonesian Digital Economic Committee (Komite Ekonomi Digital Indonesia), Arief Goentoro Kadiv Pegadaian (Persero), Adit Mokoginta, CEO BIIDO,  Michael, CEO WOS Bigdata, Scott P. Goss, Marketing Director of Europe EUNEX asal Amerika merupakan salah satu perusahaan Chryptogarante terbesar di dunia.

Salman menjelaskan, beragam persoalan itu, dengan kehadiran Blockchain membuat data akurat bahkan real time, dapat ditelusuri asal-muasal, akuntabilitas dan transparan dan sudah barang tentu efisien sehingga stakeholder mendapatkan pelayanan, mutu, ketepatan dan kepuasan.

President and CEO European Blockchain, Blaz Golob.

Tidak hanya itu, kehadiran Blockchain dengan revolusi digital teknologi membuka wawasan, persahabatan. Dengan aplikasi tata kelola pangan menjadi tranparan dan akuntabel.

“Kedepan, kita berharap, bisa memperbaiki tata kelola pangan sebagai Issue penting dan menarik seperti  integrasi, transparansi, akurasi, data terkini, kredibel memudahkan bagi kehidupan manusia yang semakin kompleks dan tersebar diberbagai belahan dunia yang jumlahnya terus bertambah,” kata Alumnus Pertanian UGM ini.

Pantas kita bangga, Asia-European Blockchain HUB (A-EBH);  for Sustainable Development Goals, 20th Country Tour Summit 2018/2019 ini merupakan pertama di Asia.

“ Jakarta – Indonesia menjadi pilihannya,” pungkas Salman. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 comments