oleh

Korban Pembunuhan di Cawang Terungkap Melalui Chatingan WhatsApp

Jakarta, TribunAsia.com – Korban pembunuhan di Cawang Jakarta Timur terungkap melalui aplikasi WhatsApp didalam barang bukti smartphone yang dijelaskan oleh saksi-saksi tentang terdakwa Paul diduga memiliki seks yang menyimpang.

Jadi, saksi-saksi yang telah dimintai sumpah oleh Majelis Hakim yang tak lain adalah anggota Kepolisian Resort Jakarta Timur turut memberikan penjelasan mulai dari pengembangan dan penangkapan terdakwa di Cibarusah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

banner 336x280

Tarigan Limbong Muda, selaku Ketua Majelis Hakim mempertanyakan saksi-saksi seputar tempat kejadian pembunuhan yang tidak jauh dari Kampus UKI Cawang.

Korban dalam kondisi tidak bernyawa serta bersimbah darah diketemukan oleh warga sekitar dan selanjutnya dilaporkan kepada petugas Kepolisian.

“Saudara penutut umum saksi ini sebagai saksi penangkapan. Tidak ada hubungannya dengan fakta. Saudara Yoga (saksi) ini terdakwa ditangkap atas kasus apa. Pembunuhan ya,” tanya majelis hakim kepada saksi, Kamis (13/9/2018).

“Pembunuhan lokasi dibelakang perkampungan disekitar kampus UKI. Antara jam 8-9 malam seorang laki-laki antara 25-30 tahun,” jawab saksi.

Menurut saksi, ketika olah TKP pada bagian fisik korban terdapat luka pada pelipis wajah dan kondisi korban condong ke arah rusuk kiri dengan bercak darah disekitar lokasi akibat senjata tajam.

“Ada luka disebelah kiri di pelipis. Posisi korban saat itu miring ke kiri kita olah TKP kita telusuri darah tersebut sebelah kiri rusuk,” kata saksi.

Perlu diketahui, kondisi sidang terbuka telah dipadati pengunjung yang menyaksikan langsung proses hukum terkait kasus pembunuhan.

Kemudian, lanjut Majelis Hakim PN Jaktim, saat kejadian pembunuhan itu dipertanyakan kembali olehnya tentang jumlah anggota yang turun untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

“Apakah korban masih hidup atau bernyawa selanjutnya dibawa kemana korban itu. Ada berapa orang dari kepolisian,” ujar majelis hakim.

“Saat itu sudah tidak bergerak. Dibawa ke Rumah Sakit Polri. Pertama kita olah TKP ada tetesan darah ke suatu rumah. Ada sekitar 500 meter ke kos-kos’an pelaku pada saat itu namanya masih samar-samar yang mulia,” jelas saksi.

Selain itu, jaksa penuntut umum (JPU) mempertegas dan mempertanyakan nama pelaku sesungguhnya yang diceritakan oleh saksi-saksi diruang sidang yang saat ini menjadi terdakwa.

“Kalau yang saudara sebut itu Paul Paul itu ini orangnya. Pada saat terdakwa itu apakah dari terdakwa yang mempertontonkan itu (adegan seks). Akhirnya nomor kesimpen janjian ke WA,” kata Didit Koko.

Lalu, Majelis Hakim mempertanyakan kembali tentang isi foto-foto tidak senonoh terkait penyimpangan seks yang diceritakan oleh saksi didalam percakapan WhatsApp melalui handphone korban pembunuhan.

“Tadi saudara bilang saat diundang ke grup mengirim kan foto-foto alat kelaminnya. Maksudnya diperiksa hp korban,” tanya majelis hakim.

“Korban yang dikirimkan (foto) oleh pelaku,” jawab saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *