oleh

Sultan Banten ke-XVIII Berikan Potongan Nasi Tumpeng kepada Keluarga Paramitha Rusady Selaku Kerajaan Sumedang Larang

Jakarta, TribunAsia.com – Sultan Banten ke-XVIII, Sultan Bambang Wisanggeni memberikan potongan nasi tumpeng untuk dinikmati ditujukan kepada Uli Sigar Rusady dan Paramitha Rusady dari Sumedang Larang.

Kemudian, usai mengikuti prosesi pengukuhan dan Kendari Kirab Agung 1 Suro 1952 /1 Muharram 1440 H sebagai bagian Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN) Jawa Barat, Yang Mulia Uli Sigar Rusady, turut membacakan surat keputusan dan deklarasi dalam pembentukan Majelis Nusantara masa bakti 2018-2023 di hadapan masyarakat Banten dibawah kepemimpinan Sultan Bambang Wisanggeni.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Saya mewakili presidium dari Jawa Barat dan seluruh saudara saya dari MCKN Jawa Barat,” jelas Uli Sigar Rusady di Anjungan Banten.

Baca Juga : Pengukuhan RTB Bambang Wisanggeni Menjadi Sultan Banten ke-XVIII

Pada malam 1 Muharram di Anjungan Banten, RTB. Bambang Wisanggeni selaku Sultan Banten yang telah dikukuhkan mempersilahkan 3 orang nama yang dipanggil untuk menerima tumpeng khusus kepada Uli Sigar Rusady, Paramitha Rusady dan KH. Fatul Azim.

Saat pemberian tumpeng dari Sultan Banten, Paramitha Rusady sempat mengharapkan keberkahan ketika menikmati nasi tumpeng dihadapan raja-raja se-nusantara. “Makan disini ya biar berkah,” ucap Paramitha Rusady.

Baca Juga : Bambang Wisanggeni, Sultan Banten ke-XVIII : Bersabda Akan Melestarikan Budaya dan Menjelaskan Trah Keturunan Pewaris Raja Banten

Menurut Sekretaris Jenderal Baranusa Provinsi Banten, memiliki kekayaan dan pentingnya kebersamaan melalui organisasi yang didalamnya terdiri dari putra atau putri daerah untuk merangkul seluruh masyarakat. Maka, kata Baranusa, pada kesempatan tersebut telah diumumkan tentang pengakuan Sultan Banten sebagai Panglima daerah barisan adat se-nusantara.

“Banten mempunyai kekayaan yang sekarang perlu adanya kebersamaan melalui organisasi Baranusa. Jika kita melihat Banten putra-putrinya luar biasa di sini walaupun apa namanya undangan terbatas tetapi rasa kebersamaannya saya sangat senang sekali. Sehingga malam hari ini kami selaku pengurus pusat barisan adat telah memberikan pengakuan kepada Sultan Banten sebagai panglima daerah barisan adat Raja Sultan nusantara,” ujar Raden Ali Sadik.

Lebih lanjut, Sekjen Baranusa menuturkan surat keputusan pengukuhan yang sah kepada Sultan Banten akan disampaikan kepada kepala negara atau Presiden termasuk pemerintah daerah di Provinsi Banten.

“Yang di situ akan diberi tugas untuk merangkul seluruh adat masyarakat adat Kesultanan Kerajaan Keraton Kasepuhan pemangku adat sebagainya di wilayah Provinsi Banten dan ini nanti surat keputusan ini akan kita sampaikan kepada mulai dari Presiden Republik Indonesia sampai dengan bupati dan walikota. Sehingga, ini adalah sah pengurus ke apa namanya barisan adat antara di situ kami melihat Sultan Banten ini sangat potensial,” tambahnya.

Baca Juga : Sultan Ratu Bagus H.Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja : Kesultanan Banten Masih Berdaulat

Acara pengukuhan dan pelantikan itu berlangsung tertib dihadiri langsung oleh Sultan Banten ke-18 Yang Mulia RTB. Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, MBA Keluarga Sultan Banten ke-18 dan Gubernur Banten, H.Wahidin Halim dan Istri dengan menumpangi Kereta Kencana.

 

Perlu diketahui Barisan Kirab Agung diikuti pula oleh :

Panglima Budaya Daerah Baranusa Banten

Ketua Dewan Pembina Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN) .

Ketua Dewan Pembina Yarasutra.

Barisan Pusaka Nusantara.

 

Barisan Direktorat Penghayat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia :

Paguyuban Persada

Paguyuban Sastro Jendro

Paguyuban Kebatinan Perjalanan Paguyuban Permalin

Paguyuban Kebatinan Kerawang

Paguyuban Pangestu

Paguyuban Sapto Darmo

Paguyuban Sumarah

Paguyuban STSI

 

Kesultanan Banten :

Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( BARANUSA) :

Kesultanan Banten (Sultan Syarief Muhammad Ash-Shafiuddin,

Rtb. Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, MBA)

Kedaton Jayakarta Adiningrat ( Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat)

BARANUSA Salaka Negara, Banten

BARANUSA Serang , Banten

BARANUSA Tanggerang, Banten

BARANUSA Sumedang, Larang

BARANUSA Tulung Agung

BARANUSA Pesirah Di Puncak Nur, Lampung

 

Tokoh Ulama dan Spiritual Banten Mufti Kesultanan Banten :

 

Forum Rembug Surosowan Kesultanan Banten (FRSKB),

Jaro Sembilan Kesultanan Banten, Badak Banten, Jalak Banten, Paku Banten, Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KMKP), serta Perkumpulan Paraya Nusantara (Paraya). (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *