oleh

Sambut Tahun Baru Islam 1440 H Warga Jatinegara Bersama Lurah Turun ke Jalan Membawa Obor Bambu

Jakarta, TribunAsia.com – Sambut tahun baru Islam 1440 Hijriah seluruh warga Jatinegara antusias turun ke jalan dengan membawa obor yang terbuat dari bambu. Berbagai ornamen miniatur yang melambangkan sarana ibadah umat Islam tidak ketinggalan dipertunjukkan oleh masyarakat dengan diiringi alat musik marawis dan pembacaan shalawat.

Kegiatan malam 1 Muharam dilepas oleh Lurah Jatinegara, Donna Andria kepada warga di lingkungan Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Menurut informasi yang diperoleh dari panitia pawai obor dimulai pada hari Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB diawali dengan menyalakan kembang api.

Pelepasan pawai obor memperingati datangnya tahun baru Islam 1440 H oleh Lurah Jatinegara, Donna Andria.

“Berbagai macam ornamen hiasan layak seperti 17 Agustus. Miniatur masjid, sajadah dan ondel-ondel dibawa keliling tidak ketinggalan berbagai musik khas Islami Qasidah, marawis dengan membaca berbagai macam shalawat meramaikan acara tersebut,” kata Irianto kepada TribunAsia.com, Selasa (11/9/2018).

Warga berharap, dengan datangnya bulan Muharram tentunya dapat memberi semangat kebersamaan serta membangun lingkungan dan pribadi yang Islami. Perlu diketahui, pawai obor tersebut digerakkan oleh masyarakat serta pengurus lingkungan dan 3 pilar di wilayah administrasi Jakarta Timur.

“Harapan warga RW 012 semoga di tahun baru 1 Muharam semangat kebersamaan membangun lingkungan dan pribadi yang Islami. Mulai dari RT, RW, Karang Taruna, Kader PKK, Dewan Kota, LMK, FKDM, Babinsa, Bimaspol dan kegiatan ini dimotori oleh masyarakat di lingkungan Jatinegara, Cakung,” jelasnya.

1 Muharam disampaikan oleh warga Jatinegara adalah bagian dari budaya yang penting dipertahankan. Oleh sebab itu, dikemudian hari mendatang menjadi catatan agenda rutin tahunan.

“Dan kami berkeinginan kegiatan ini menjadi budaya yang nantinya akan menjadi rutinitas tahunan bagi warga sebagaimana maraknya peringatan tahun baru nasional,” harap warga.

Pawai obor disepanjang jalan KRT Radjiman sangat menyedot perhatian baik pejalan kaki maupun pengendara jalan yang tengah melintas hingga berdurasi mencapai 3 jam.

Bahkan, yang menariknya ketika peserta arak-arakan dengan mengenakan berbagai atribut justru di dokumentasikan oleh pengguna jalan dan warga sekitar yang tidak ingin momen pawai obor terlewatkan.

“Jalan Radjiman sempet macet, namun masyakat yang melintas justru menikmati dengan senang, berfoto dan merekam kegiatan tersebut,” sebut warga Jatinegara. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *