oleh

Kerjasama Indonesia-Jepang Diharapakan Terus Menguat dalam Bidang Tenaga Kerja

Bekasi, TribunAsia.com – Kebutuhan tenaga kerja di Jepang semakin meningkat, hal tersebut karena sumber daya manusia negeri Matahari Terbit dari kalangan muda mengalami penurunan yang signifikan, sementara jumlah kalangan usia lanjut yang butuh perawatan khusus terus bertambah.

Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia, perusahaan Jepang yang menangani pemagangan tenaga kerja untuk dikirim ke Jepang, menyampaikan harapannya akan kebutuhan Jepang terhadap SDM tenaga kerja dari Indonesia.

“Jepang memasuki masa manula sehingga mengalami kekurangan SDM, itulah dibutuhkan SDM dari Indonesia, kami tidak hanya memberikan pelatihan kerja tapi juga cara hidup di Jepang. Dengan memanfaatkan pemagangan ini maka akan meningkatkan pemahaman terhadap pelayanan manula juga berkontribusi pada daerah” jelasnya saat acara peresmian pusat training PT OS Selnajaya di Bekasi, Senin (10/9).

Pihaknya juga mengaku kagum dengan anak muda Indonesia yang dinilainya mampu belajar bahasa Jepang dengan cepat.

“Alumni pemagangan dapat belajar bahasa Jepang dengan cepat, ini membuat saya kagum. Pusat pelatihan ini kapasitasnya 300 orang tapi akan ditingkatkan hingga mampu memberangkatakan 1000 per tahun dengan menjalin kerjasama bersama pemerintah daerah dan kampus-kampus.” tuturnya.

Sementara itu Abdul Wahab Bangkona yang juga merupakan advisor (penasehat) PT OS Selnajaya Indonesia mendorong agar di sekolah-sekolah Bahasa Jepang diajarkan sejak dini sehingga setelah tamat mereka yang berminat lebih siap diberangkatkan ke Jepang.

“Sebaiknya di sekolah-sekolah Bahasa Jepang sudah diajarkan, harapannya setelah mereka selesai akan lahir SDM yang lebih layak bekerja di Jepang” ungkapnya.

Di lokasi kegiatan hadir pula Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, M. Irwan Zulfikar, menurut Irwan kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh generasi yang bercita-cita bekerja di luar negeri.

“Ini kesempatan baik, kesempatan ini harus digunakan dengan sebaik mungkin khususnya di Sulsel, kedatangan kampus merupakan bukti  bahwa ini program serius. Balai Latihan Kerja harus menyiapkan SDM yg berkualitas Karena itu yang dibutuhkan pihak luar negeri” terangnya.

Irwan yang berasal dari daerah pemilihan Sulsel I menilai kinerja pemerintah dalam mewujudkan SDM berkualitas masih belum maksimal.

“Upaya pemerintah belum sepenuhnya maksimal karena anggaran masih terbatas, tapi semuanya akan berubah seiring dengan ketersediaan alat dan infrastruktur, para instruktur pelatihan di BLK juga harus mempersiapkan SDM tenaga kerja yang siap secara mental. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *