oleh

Beri Harapan Palsu, Guru Honorer K2 Gugat Pemerintah

Jakarta, TribunAsia.com – Mayoritas guru honorer K2 (kategori dua) sedih setelah pemerintah mengumumkan kepastian adanya rekrutmen CPNS 2018.

Pasalnya, pemerintah merekrut sekitar 108 ribu guru baru dalam seleksi CPNS 2018. Sementara, ada 157.210 guru honorer K2 (kategori dua) yang sampai hari ini masih mengabdi di sekolah-sekolah.

Sedangkan pemerintah hanya mengambil 12.883 guru honorer K2 untuk diikutkan dalam tes CPNS 2018.

“Yang kami lihat rezim sekarang sangat tidak manusiawi. Rezim ini hanya jago PHP (pemberi harapan palsu) honorer K2,” kritik Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih.

Seandainya kuota 108 ribuan guru itu dialokasikan semua untuk honorer K2, lanjutnya, separuh lebih masalah sudah terselesaikan. Nyatanya yang diangkat sangat sedikit dan dibatasi usia 35 tahun ke bawah.

“Pemerintah sudah melakukan pembunuhan massal honorer K2. Kami disingkirkan tanpa perikemanusiaan hanya karena dibenturkan dengan usia. Apa lupa kalau kami menua karena di-PHP-in terus. Dijanjikan hal indah-indah agar kami terus bekerja dengan gaji super murah,”ucapnya.

Dia ikut mempertanyakan alasan pemerintah dan sekelompok orang yang menyatakan honorer K2 adalah persoalan masalah lalu. Ini sangat tidak logis karena faktanya honorer K2 masih bekerja.

“Jangan sebut-sebut kami adalah peninggalan masalah lalu. Faktanya kami masih setia bekerja hingga di rezim ini. Akan beda ceritanya kalau kami berhenti saat Pak SBY tidak lagi jadi presiden. Kalau kami berhenti di 2014, apa tidak lumpuh proses belajar mengajar,” serunya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *