oleh

Jebolan SPEKSI KOPEL Diharapkan Kawal Gerakan Anti Politik Uang dan SARA

Gowa, TribunAsia.com – Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, sebuah NGO yang fokus pada advokasi kebijakan legislatif, terus melakukan langkah pengawalan terhadap Pemilu, kali ini pengawalan tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan Sekolah Parlemen (SPEKSI). Kegiatan ini digelar pada 7-9 September 2018, bertempat di Kota Bunga Malino, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Peserta terdiri dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum. Dari pihak mahasiswa hadiri perwakilan berbagai kampus yakni STIE Dharma, UIM, IAIN Sinjai, STISIF Muhammadiyah Sinjai.

banner 336x280

Menurut peneliti KOPEL Indonesia, Muhdasin, SPEKSI diadakan sebagai upaya untuk mendorong lahirnya parlemen bersih.

“Tujuan dari SPEKSI ini tentunya mereka (peserta) ke depan akan mengawal Pemilu berintegritas dengan harapan akan melahirkan parlemen yang bersih,” terangnya, Sabtu (8/9).

Jebolan SPEKSI diharapkan mampu melakukan tracking caleg, mengawal gerakan anti politik uang, serta membangun komunikasi dengan caleg guna memastikan tersalurnya kebutuhan konstituen.

“Keluarannya akan melakukan tracking caleg, untuk memastikan bahwa yang akan duduk di parlemen nantinya adalah orang tidak cacat hukum. Mereka juga diarahkan mengawal anti money politik dan SARA, serta melakukan diskusi dengan para caleg untuk menyatukan ide/kebutuhan konstituen” jelas Dasin.

Selain di Malino, Kegiatan ini juga akan diadakan di Kabupaten Bogor tepatnya di kawasan kaki Gunung Halimun, Kampung Cibuluh, Desa Kiara Sari, Kecamatan Sukajaya.

Sekolah Parlemen dimentoring langsung oleh para pengurus KOPEL Indonesia dengan menanamkan prinsip dasar KOPEL dalam melakukan Advokasi. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *