oleh

Imam Ali Zaenal Abidin Assajad bin Husein bin Ali bin Abu Thalib

TribunAsia.com

Disunting : Mustofa Chevy Habsyi/SILABNA

Putri Raja Persia Syahzanan atau Syahr Banu menutupkan matanya sementara Sang jabang Bayi yang masih merah Ali putra Husein tak henti hentinya menangis disebelahnya seakan akan bayi ini tahu kalau ibunya tercinta telah wafat mengatupkan mata meninggalkan dirinya untuk selama lamamya.

Nama Ali yang nanti terkenal  digelari Zarnal Abidin Assajad  dinamakan sendiri langsung oleh pintu ilmu Nabi Sang Kakek Ali bin Abu Thalib Asadullah singa Allah dengan namanya sendiri yang ketika beliau telah dewasa beliau dengar sendiri dicaci maki dan dilaknat disetiap mimbar mimbar khotbah Jumat diseluruh Masjid dimana manaatas perintah Muawiyah dan dilanjutkan laknatullah Yazid putra Muawiyah terus menerus berlanjut hingga 80 tahun.Padahal mimbar mimbar Khalifah Islam gadungan itu bisa  tegak karena kehadiran wujud datuk datuknya Rasulullah saw dan Pedang Allah Ali bin Abu Thalib kakeknya.

Imam Ali melihat pula bagaimana pamannya Hasan bin Ali bin Abu Thalib pemimpin pemuda surga diracun Istrinya sendiri bintu Ja’dah dan dikhianati umat atas siasat licik Muawiyah dibantu penasihat utamanya nya Amr bin Ash yang pernah dengan pengecut tidak tahu malu telanjang mempertontonkan kemaluannya agar Ali Singa Allah datuknya tidak jadi membunuhnya karena  melengos dan tidak jadi menusukkan pedang Zulfiqarnya keperutnya sementara Amr bin Adh sdh jatuh tergeletak tiada daya.

Ali assajad juga melihat bagaimana para pengusung keranda mayat cucu kesayangan Rasul saw al Hasan tidak boleh dikuburkan disebelah Rasulullah saw kakek yang sangat mencintainya, padahal berkali kali Rasulullah bersabda :” Hasan dan Husein dua cahaya biji mata dan belahan darah daging jantung hatiku “. Ayahnya al Husein kemudian tidak msu ribut sesuai wasiat kakaknya mengalah dan mengalihkan pemakaman kakaknya itu kearah komplek pemakaman baqi dikota suci Nabi Madinah al Munawarah yang sekarangpun juga masih saja dimusuhi makam beliau telah dibongkar dirusakkan diratakan pemerintah wahabi Saudi dengan alasan hadis dan menjalani perintah isi hadis palsu tentang wajibnya Muslimin merubuhkan setiap  tembok bangunan kuburan.

Hadis semacam ini sengaja dibuat untuk membodohi kaum wahabi teroris pengikutnya. Bukankah al Hasan inilah yang disholawati Allah dan juga dikuti seluruh malaikatNya bersama sama kakeknya al Hasan Nabi Muhammad saw ? Mengapa kalian tega pisahkan dan jauhkan kuburannya dari sang kakek Nabi Muhammad saw yang sangat merindukan cucu belahan jiwa nabimu ini ?

Dialah saksi hidup peristiwa pembantaian keji Ayahnya yaitu al Husein Syahidusyuhada dan juga adik adik kandungnya yang semuanya darah daging  keluarga suci Ahlul Bsit Rasulullah saw di tepi sungai Euprat dikota Karbala.

Pembantaian yang jauh lebih sadis dari pembantaian mutilasi yang dilakukan oleh G 30 S PKI sekalipun. Kalau saja waktu itu tidak tersisa Ali Zaenal Abidin ini, maka tidak akan pernah ada satupun sekarang Habaib zuriah Nabi Muhammad saw dari darah silsilah al Husein yang terlahir kedunia ini. Tidak akan pernah ada wali songo, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Cut NyakDien, Sultan Hasanudin, Raden Saleh, begitu pula para Aslaf habaib waliullah seperti makam luar batang, makam makam habaib Waliullah yang diziarahi pencinta mereka diseluruh kota kota di Indonesia dan juga diseluruh dunia.

Ali bin Husein yang kelak bergelar Ali Zaenal Abidin inilah yang selalu menasihati para pemotong hewan kurban disetiap Iedul Adha dan beliau selalu keliling dan berkata kepada para jagal hewan kurban tersebut  :” Beri minumlah hewan yang kalian hendak potong dan pakailah pisau yang tajam, jangan seperti para penyembelih ayahku al Husein cucu kesayangan Rasulullah saw yang disembelih dipisahkan dipotong dan dipisahkan kepalanya dengan pisau racun berkarat dalam keadaan kehausan tidak diberikan minuman setetespun.

Ali Zaenal Abidin inilah ketrunan Nabi Muhammad saw Imam kaum Muslimin yang wajib dijadikan Imam semua Muslimin sesuai doa Nabi Muhammad ketika mengaji dan berdoa :” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami dan keturunan kami imam pemimpin panutan  bagi orang-orang yang bertakwa. (Qs al Furqan 74)

Imam Ali Zaenal Abidin inilah salah satu Imam sumber ajaran  dan pemuka datuk datuk para habaib zuriah darah daging Nabi Muhammad saw yang Allah minta semua orang yang mengaku beragama Islam untuk mencintai dan membelanya dan siapa yang mencintai dan membela serta mengikutinya Allah berjanji Allah akan balas berlipat lipat semua amal amal yang dikerjakannya sebagaimana perintah dan janji Allah dalam al Quran :”.

Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali cintailah keluargaku”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan perintah ini akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada amal amal kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Qs Asyura 23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *