oleh

Massa Korban Ijazah Palsu Minta Pengadilan Tinggi Penjarakan Mafia Pendidikan

Jakarta, TribunAsia.com – Massa aksi korban ijazah palsu STT Setia meminta keadilan kepada Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta Jalan Letnan Jendral Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat agar pimpinan Yayasan Sekolah Tinggi Teologi Injilia Arastamar, Ernawati Simbolon selaku Direktur dan Matheus Mangentang sebagai Rektor agar segera dipenjarakan.

Diketahui, terdakwa Ernawati Simbolon dan Matheus Mangentang telah di vonis 7 tahun dan denda senilai 1 miliar subsider 3 bulan penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim, 21/5).

“Kita datang untuk menuntut ketua Pengadilan Tinggi supaya mafia pendidikan harus dipenjarakan. Kita bersatu bersama-sama Pengadilan Tinggi supaya diketahui kita datang kesini bukan membuat kerusuhan kita minta keadilan,” kata keluarga korban didepan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).

Baca Juga : 9 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar, JPU Bacakan Tuntutan Kepada Terdakwa STT Setia

Ratusan massa yang datang pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, menyuarakan aspirasi mereka dengan pengeras suara dan membentangkan spanduk serta poster yang berbunyi “PENJARAKAN MAFIA PENDIDIKAN”.

“Kita sudah mengalami kebohongan dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur sehingga ada kepuasan. Lebih dari 700 korban mafia pendidikan. Terdakwa Matheus Mangentang dan Ernawati Simbolon mereka dihukum 7 tahun subsider 3 bulan mereka mengajukan banding,” ujar korban ijazah palsu.

Mereka berharap, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta segera mengambil keputusan terkait perkara terdakwa ijazah palsu yang tengah mengajukan proses hukum banding.

“Pengadilan Tinggi harus mengambil keputusan apakah kita membiarkan mafia-mafia pendidikan berkeliaran kami datang bukan mencari provokator tetapi mencari keadilan biar kami tau sejauh mana. Kita menuntut sebagai warga negara Indonesia dirusak oleh segelintir orang yang menyelenggarakan pendidikan tanpa izin dan kita sudah tau kita kawal sampai pengadilan,” seru orator.

Yusuf Abraham Seli selaku perwakilan massa aksi diperkenankan berdialog dengan pihak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan menyampaikan usai pertemuan tersebut yaitu protes tentang terdakwa segera ditahan sesuai dengan putusan PN Jaktim.

Baca Juga : Korban Ijazah Palsu Minta Terdakwa STT Setia Di Tahan Karena Kejahatan Pendidikan

“Pada prinsipnya cukup menggembirakan sebetulnya karena mereka memutuskan sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri dari memperkuat saja yang dibacakan kepada kami. Kami cukup keras memprotes di dalam karena kami melihat bahwa dengan putusan tidak ditahannya para terpidana ini kan luka yang ada tuh semakin semakin menganga semakin robeknya semakin besar para korban yang tersakiti itu makin menjadi sakit hati bertambah sakit hati karena keputusan itu,” tegas Yusuf di pelataran Pengadilan Tinggi.

Namun demikian, katanya, keputusan itu kita harapkan supaya bisa ditahan rutan tapi ternyata sudah menjadi keputusan dan itu sudah tidak bisa dirubah lagi. Jadi, selanjutnya adalah kita menunggu mereka mau kesaksian tidak kalau mereka tidak kasasi makan dengan sendirinya putusan pengadilan tinggi itu menjadi inchrah.

“Lalu dengan demikian dengan sendirinya pula perbedaan akan ditahan  dirutan dipenjarakan selama 7 tahun.  Kalau tidak berarti dia langsung dengan sendirinya tergantung keputusan pengadilan tinggi. Selama proses perjalanan panjang waktu 14 hari kerja dari hari ini,” ujar Yusuf. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *