oleh

Jaringan Terdakwa Mati Fredi Budiman, di Dalam Lapas Edarkan Sabu Diputus Bebas

Jakarta, TribunAsia.com – Jaringan produksi narkotika kelas kakap Fredi Budiman di dalam lembaga pemasyarakatan (LP), Cipinang yang menyeret nama terdakwa Victor, Cecep dan Haryanto salah satu diantaranya diputus bebas di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Victor diputus bebas oleh Majelis Hakim karena, diketemukan banyak kejanggalan dari berita acara perkara (BAP) pada tahun 2013 dan pernah mengajukan bebas bersyarat ke kantor Kemenkum HAM.

“Diputus pertama di Viktor banyak kejanggalan BAP 2013. Lalu dari rutan mengajukan bebas bersyarat ke Kemenkumham PB disetujui. Menurut Cecep dan Haryanto Viktor itu kerjanya melukis,” jelas Syafrudin Ainor Rafik selaku Kabag Humas PN Jaktim, Kamis (6/9/2018).

Menurut keterangan PN Jaktim, saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan baik pihak kepolisian maupun lapas tidak menemukan bahan-bahan produksi narkotika di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Karena saksi-saksi dari polisi dan orang lapas tidak menemukan apa-apa. Dia hanya menemukan bahan-bahan di BLK saksi-saksi disini tidak tau,” kata Kabag Humas.

Baca Juga : Pembuatan Narkoba Dalam Lapas, Hakim Ungkap Keterlibatan Pidana Mati Fredy Budiman

Lebih jauh, atas barang bukti bahan dasar pembuatan sabu-sabu yang diketemukan diarea BLK lembaga pemasyarakatan tersebut tidak diketahui secara pasti pemilik utamanya.

“Lalu siapa pemilik tidak tau artinya itu milik umum yang diketahui fakta terdakwa ini,” imbuhnya kepada TribunAsia.com.

Selain itu, vonis hukuman mati telah dijatuhkan kepada Cecep. Yang mana turut dijelaskan, sebelumnya 2 orang  terdakwa yang bernama Viktor dan Haryanto telah dipindahkan dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat ke LP Cipinang, Jakarta Timur.

Baca Juga : Peredaran Narkotika Fredi Budiman 3 Orang Terdakwa Diantaranya Menjadi Saksi

“Haryanto dan Viktor itu dipindah bersama-sama dari Salemba pindah ke Cipinang. Sudah ada vonis hukuman mati kepada Cecep. Untuk Haryanto tidak ada yang melihat pasal 112 dan 114,” sambungnya.

Bahkan, dari keterangan yang diperoleh bahan baku pembuatan sabu-sabu didalam lembaga pemasyarakatan tidak diketemukan kesepakatan. Namun demikian, barang haram itu diserahkan kepada Ahau melalui perantara Cecep.

“Bahkan Fredi menyerahkan bahan ke Cecep karena tidak ada kesepakatan maka dibatalkan pembuatan sabu-sabu itu keterangan Fredi Budiman. Cecep menyerahkan ke Ahau dari keterangan Fredi Budiman dan rekonstruksi ini semua pada saat Fredi Budiman menjadi terdakwa,” beber Humas PN Jaktim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *