oleh

Vonis Diputuskan Kepada Terdakwa Narkotika, Majelis Hakim : Jika Tidak Puas Silahkan Banding

Jakarta, TribunAsia.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan atau vonis bersalah atas kepemilikan narkotika dengan jenis sabu-sabu berdasarkan BAP dari Kasub Bareskrim Polri dengan barang bukti 1 klip plastik warna ping.

“Berdasarkan BAP yang dibuat Kepala Sub Bareskrim Polri BB (barang bukti) tersebut adalah benar mengandung metafetamin terbukti membawa dan tidak memiliki surat izin dari pejabat berwenang untuk keilmuan,” kata majelis hakim, Gede Hariawan, SH.,MH , Senin (3/9/2018).

Namun demikian, Majelis Hakim menilai narkotika jenis golongan 1 (satu) yang dikuasai dan disimpan oleh terdakwa telah terbukti melawan hukum.

“Maka oleh karenanya, pembelaan harus dikesampingkan. Dan majelis mempertimbangkan yang memberatkan dan meringankan terdakwa mengakui dan menyesali dan mempermudah persidangan terdakwa masih muda untuk dapat memperbaiki diri,” jelas majelis disela-sela putusan.

Adapun Majelis Hakim menyebutkan, saat membacakan amar putusan yaitu, narkotika jenis sabu-sabu didalam klip asyik serta alat komunikasi milik terdakwa yang telah disita akan dimusnahkan.

“Kepada terdakwa dibebani biaya perkara dan 2 bungkus klip (narkotika) 1 handphone Samsung J7 warna hitam dirampas serta dimusnahkan dan membayar biaya perkara 5 ribu rupiah. Tidak pemufakatan jahat barang bukti narkotika golongan 1 pidana 4 tahun,” kata majelis hakim.

Tidak hanya itu, Majelis Hakim turut memberikan pernyataan kepada terdakwa yang berjumlah 2 (dua) orang setelah salah satu diantaranya terlebih dahulu diputuskan dan menawarkan banding apabila tidak puas dengan vonis tersebut.

“Jika tidak puas banding jangan sampai lewat dari tujuh hari. Silahkan pikir-pikir,” ucap majelis kepada terdakwa.

Ketika sidang putusan, Jaksa Penuntut Umum yang dihadirkan oleh 2 (dua) personil Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) mengatakan, terdakwa Ilham dikenakan pasal 112 junto 132 dengan putusan hukuman selama 4 tahun penjara. Kemudian, terdakwa atas nama Wahyu dikenakan pasal 114 junto 132 hukuman penjara selama 5 tahun.

“Ilham 122 junto 132 dikenakan 4 tahun dan Wahyu 144 junto 132 dikenakan 5 tahun,” singkat Nanin kepada TribunAsia.com. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *