oleh

Terimakasih Mas Ruby Kay !

TribunAsia.com

Oleh : Tatak Ujiyati

 

Saya yakin Gubernur DKI Anies Baswedan merasa senang ada warga yang peduli kondisi Mushola di Kota Tua dan berupaya lakukan advokasi. Partisipasi aktif warga dalam tata kelola Jakarta adalah mimpinya.

Mendapat laporan mushola kumuh di Kota Tua  via sosial media, Tim Gubernur dengan cepat meresponnya. Mencari lokasi masalah, berhubungan dengan lurah setempat dan mencari tahu apa problemnya. Soal Mushola Kota Tua yang ditulis oleh Mas Ruby Kay, ternyata adalah milik Gedung tempat mushola itu berada. Yaitu milik BUMN. Masjid dan mushola di kota tua memang semuanya milik BUMN atau swasta. Bukan milik Pemda. So ini bukan persoalan sederhana yang akan selesai hanya dengan kemauan baik Pemprov.

Kita tahu kan bahwa tata kelola Masjid dan Mushola itu otonom. Dikelola oleh masyarakat setempat atau pemilik gedung dimana tempat ibadah itu berada. Maka jika ingin meminta agar masjid atau mushola diperbaiki, sebaiknya ditujukan ke pengelola. Pengelola (DKM) biasanya lantas mencari dana untuk perbaikan. Sebagian diantaranya meminta hibah dari Pemprov DKI.

Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya di Pemprov DKI insyaallah selalu responsif. Untuk ini Gubernur DKI dan Pemda sedang memikirkan kebijakan atau program apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Serta meningkatkan layanan wisatawan di Kota Tua, termasuk toilet dan mushola-nya.

Sekali lagi, terimakasih mas Ruby Kay! Siti Fatimah Ch tolong disampaikan karena saya belum berteman. Teman-teman bantu sebarkan ya untuk klarifikasi bagi mereka yang peduli.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *