oleh

Nota Pembelaan Terdakwa Dhawiya dan Muhammad Dibacakan oleh Penasehat Hukum

Jakarta, TribunAsia.com – Nota pembelaan atau pledoi dibacakan oleh tim Penasehat Hukum terdakwa Dhawiya Zaida dan Muhammad dalam kasus narkotika dengan jenis sabu-sabu pada hari Selasa, 28 Agustus 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Mulai dari seputar penangkapan di kediaman Terdakwa Dhawiya bertempat di Cawang, Jaktim dan barang-bukti hasil penyitaan oleh anggota polisi dari Polda Metro Jaya.

banner 336x280

Selama berjalannya persidangan narkotika, saksi-saksi maupun ahli telah dihadirkan. Namun, hingga saat ini pemasok barang haram itu hanya disebut-sebut dalam persidangan yaitu Ompet yang kini tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga : JPU Tuntut Dhawiyah dan Kekasihnya 2 Tahun Penjara

Diketahui, dari pembacaan pledoi barang bukti sabu-sabu seberat 0,4 gram dikonsumsi oleh terdakwa Dhawiya dan 0,38 gram dikonsumsi oleh terdakwa Muhammad. Kedua terdakwa rencanannya akan segera direhabilitasi ke rumah sakit ketergantungan obat (RSKO), Cibubur, Jaktim.

Penasehat Hukum dari kedua orang terdakwa menyampaikan dalam persidangan tentang barang bukti barang bukti yang disita berupa alat hisap sabu, selang plastik, aluminium foil, 3 kantong klip plastik, timbangan dan tas dirampas serta akan dimusnahkan sejak telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Alat hisap sabu, selang plastik, aluminium foil, 3 kantong klip kosong, alat timbangan ,tas dirampas untuk dimusnahkan sejak tanggal putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” ujar Idham selaku tim kuasa hukum.

Untuk itu, tim penasehat hukum berharap kepada Majelis Hakim untuk mempertimbangkan pendapat ahli dari BNNP DKI Jakarta yang pernah dihadirkan untuk merehabilitasi kliennya.

Baca Juga : Keluarga Terdakwa Dhawiyah Jadi Saksi Fakta Mulai Awal Penangkapan Serta Barang Bukti Sabu

“Kami mohon kepada majelis hakim untuk dipertimbangkan adalah pendapat ahli untuk menghitung masa penahanan yang telah dijalani. Sekitar 6 bulan dan kalau kita sambungkan bawa keterangan ahli adalah 3 sampai 6 bulan (rehabilitasi) oleh dokter Nadia,” papar penasehat hukum.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Syafrudin Ainor Rafik SH.,MH serta didampingi Majelis Hakim anggota Siti Rochmah, SH dan Barita Sinaga SH.,MH.

Setelah pembacaan pledoi, Majelis Hakim PN Jaktim mengutarakan tentang tanggapan apa yang telah dibacakan oleh tim Penasehat Hukum terdakwa kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Baik setelah kita dengar nota pembelaan Dawiyah Zaida bagaimana tanggapan penuntut umum,” kata Syafrudin Ainor Rafik kepada JPU.

Baca Juga : Saksi Ahli Rekomendasikan Terdakwa Pemakai Sabu-Sabu Dhawiyah Direhabilitasi

“Baik terimakasih yang mulia kami selaku penuntut umum tetap pada tuntutan,” jawab Lenna kepada majelis hakim.

Kemudian, majelis hakim menyatakan untuk agenda berikut dilanjutkan pekan depan tetang tuntutan kepada terdakwa.

“Baik, selama minggu depan tuntutan dibacakan. Baik secara resmi kita undur insaallah selasa depan akan kita bacakan tuntutannya,” tutup Ainor. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *