oleh

Perdagangan Farmasi Mengembalikan Uang Perusahaan Melalui PN : Karyawan Sebut Etika Bagus

Jakarta, TribunAsia.com – Karyawati perusahaan yang bergerak di bidang Farmasi disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Terdakwa Yuliance hadir diruang sidang seorang diri tanpa didampingi oleh penasehat hukum.

Yuliance selaku terdakwa mengatakan, saat dirinya bekerja sebagai admin pada Perusahaan Perdagangan Besar Farmasi (PBF), di Jalan Mulya Jaya, Cipinang, Jakarta Timur. Yuliance sebelumnnya, dilaporkan oleh Bosnya dengan tudingan menggunakan uang PBF diduga mencapai Rp 1 milyar lebih. Serta hadir pula mantan bos farmasi saat menyaksikan jalannya persidangan.

banner 336x280

Dalam persidangan terdakwa Yuliance menyampaikan, dihadapan Majelis Hakim bahwa pihak keluarga telah berupaya untuk menyelesaikankan dengan memberikan ganti sebidang tanah milik keluarganya, sepeda motor dan perhiasan.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Surung Simanjuntak, SH., MH serta didampingi Hakim Anggota yaitu Sri Andita, SH.,MH dan Suparman Nyompa, SH.,MH

“Usaha keluarga biar saya pulang upaya keluarga bagaimana caranya minjam uang. Saya bekerja jadi admin di PBF di Cipinang. Sebelumnya waktu pertama ada etikat baik keluarga ada emas juga senilai 8 jutaan. Jadi Bos saya tuntutan tidak bisa (proses hukum),” jelas Yuliance kepada TribunAsia.com di PN Jaktim, Senin (27/8/2018).

Selain itu, terdakwa menyangkal uang senilai Rp 1,3 miliar yang dituduhkan Bos Farmasi itu tidak sesuai dengan nominal tersebut. Adapun kendaraan sepeda motor milik suaminya telah disita oleh petugas kepolisian.

“Iya tidak sebanyak yang mereka tudingan 1,3 M. Harapan saya barang-barang miliknya (disita) dikembalikan tanah dan uang tunai lalu motor,” harap terdakwa.

Selanjutnya, Majelis Hakim pertanyakan usaha etikat baik yang dilakukan oleh keluarga terdakwa ketika sidang digelar dengan upaya hendak mengganti uang yang terpakai oleh terdakwa Yuliance.

“Apalagi ada usaha-usaha lain (penggantian uang). Kalau tidak bisa jangan dipaksakan. Nyesel tidak ?. Ada rumah ada niat baik dari keluarga anda,” ujar majelis hakim.

Yuliance berharap, dengan upaya dan usaha keluarga yang dilakukan agar dirinya memperoleh keadilan sebab, telah menjalankan etikat baik dan proses hukum tetap berjalan.

“Harapan dapat hukuman yang seringan-ringannya,” singkat terdakwa.

Kemudian, pimpinan sidang menjelaskan, masalah yang dihadapi terdakwa Yuliance tetap berjalan meskipun mantan Bosnya telah memaafkan secara lisan diruang sidang.

“Bagamana Pak Dawi dimanfaatkan ? Tetapi hukum tetap berjalan,” ucap Surung sebagai Ketua majelis hakim.

“Kamu mau menghadirkan saksi-saksi yang meringankan. Anak kamu dengan siapa ? Sedih nanti kalau dia datang,” imbuh majelis hakim.

Dalam kesempatan yang sama penuntut umum (JPU), turut pertanyakan kepada terdakwa Yuliance terkait upaya pengembalian uang baik berupa surat tanah maupun kendaraan yang dimiliki.

“Baik saudara terdakwa tadi saudara cerita dapat duit darimana, kisaran berapa. Ada tanda terima. Ada nggak akte jual beli tanah yang diserahkan,” tanya Franky tim JPU Kejari Jaktim.

“Oh bukan kemarin dijelaskan tanah 80 meter terus sama uang muka ya,” tambah JPU. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *