oleh

Penyebab Membludaknya Pelanggar Lalulintas Dikejari Jaktim karena Diberlakukan Ganjil Genap

Jakarta, TribunAsia.com – Penyebab membludaknya antrean pelanggar lalu lintas diloket tilang Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dikarenakan pengendara tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta melanggar ketentuan.

Menurut, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, pengunjung yang datang menghadiri sidang tilang mengular panjang karena alasan tidak semua pengemudi mengetahui ruas jalan yang telah diberlakukan plat nomor polisi ganjil dan genap.

“Dampak dari terkena (tilang) tidak semua warga yang tau daerah-daerah yang dilalui yang memang harus mematuhi plat nomor ganjil genap itu yang pertama,” ujar Teuku Rahman, Jum’at (24/8/2018).

Ia pun menambahkan, alasan berikutnya adalah keterbatasan jumlah personil pada loket tilang untuk melayani para penebus barang bukti surat-surat kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang ditindak oleh petugas polantas.

“Yang kedua memang pertama jumlah pegawai juga jumlah pegawai yang melayani para pelanggar tilang itu kita cuman ada empat,” ucapnya.

Untuk itu, Rahman membandingkan, dengan jumlah yang sumber daya manusia yang tidak sebanding dengan jumlah perkara sidang tilang hingga 14 ribu berkas tilang kedepannya Kejaksaan Negeri Jakarta Timur hendak mengevaluasi dengan baik agar dapat melayani masyarakat.

“Coba bayangkan 4 banding 14 ribu jadi ini kita kekurangan sumber daya manusianya sehingga perlu kita evaluasi lagi kedepannya itu dapat melayani masyarakat dengan baik,”

Namun, pelanggar tilang yang mencapai 14 ribu berkas terpaksa rela antre panjang dikarenakan fasilitas jaringan internet dalam sistem online terkendala sebab, akses internet diloket tersebut mengalami gangguan dan berdampak menghambatnya proses penerimaan barang bukti tilang. Serta, dampak dari antrean banyak parkir liar yang menghambat pengguna jalan lainnya.

“Bahwa internet yang kita miliki IT tidak sempurna akhirnya, terjadi gangguan-gangguan ya seperti tidak normal sehingga sejenak menghambat terjadinya pengambilan tilang. Sehubungan dengan membludak pelanggar tilang hari ini, bahwa jumlah berkas perkara yang disidangkan hari ini yaitu 14 ribu berkas yang disidangkan hari Jum’at ya. Dan itu, dari dimulai diterapkan ganjil genap plat sehingga, mungkin itu mengakibatkan jumlah pelanggar yang membludak,” terang Rahman.

Masih kata Kejari Jaktim, dari kendala sistem jaringan internet pihak petugas telah menyampaikan kepada pelanggar tilang melalui informasi lisan. Tetapi, upaya yang dilakukan belum menyelesaikan persoalan penumpukan antrian.

“Ya diinformasikan dikasih tau secara lisan disampaikan oleh petugas tilang. Artinya, itu hanya sebentar tidak bisa menyelesaikan sejumlah pelanggar tilang yang bludak hari ini,” urainya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *