oleh

Andai Saja Presiden RI 2019 Bisa Fokus pada Ketahanan Pangan Bangsa

TribunAsia.com

Oleh : dr.Purindro San (Change Motivator & Pelaku Pertanian Organik )

 

Indonesia itu Punya POTENSI SAWAH luar biasa besar, setahu saya ada -/+ 74 Juta hektar, yang baru digarap sekitar 20 jutaan hektar berarti masih ada 50 juta hektar yg belum diberdayakan NGANGGUR

ALLAH sudah terlalu baik pada kita, tapi kita masih fokus kesana kesini, lihat sana lihat sini, denger sana denger sini, kreatif tanpa arah pasti, bahkan mengabaikan anugerah terindah dan potensi terbesar bangsa ini yg sudah ALLAH berikan diseluruh negeri yaitu TANAH YANG SUBUR.

 

Mengapa Potensi bangsa ini adalah tanah yg subur?

 

Sebab selama tanah kita subur, mau ditanami apapun, bertahun-tahun pasti tetap menghasilkan (produktif tanpa batas).

Beda dengan minyak, emas, bahan tambang lainnya akan habis (terbatas)

Saya bukan ahli ekonomi dan juga bukan Insinyur pertanian, tapi saya asli pribumi, anak Indonesia.

Andaikan Calon Presiden 2019 nanti bisa BENAR-BENAR FOKUS pada pembangunan swasembada pangan InsyaaAllah Indonesia akan mandiri. Sudah 73 Tahun rakyat menunggu, mau sampai kapan?

Saya yakin sekali, itu baru dibidang PERTANIAN belum lagi dari kehutanan, perkebunan, perikanan, kelautan  dll weeehhh luar biasa

Bayangkan jika 74 Juta Hektar SAWAH tergarap semua. Gak usah muluk-muluk lah meskipun bisa lebih dari 3x setahun. Anggap saja panen 2x setahun

 

Anggap saja sekali panen 5 Ton saja, meskipun bisa 8-15 Ton/hektar

 

Jika 1 ha sawah panen 2 kali setahun, dengan 1x panen hasilnya anggap saja 5 Ton. Maka ada

5×2=10 Ton perhektar pertahun

 

Jika 1 kg Gabah Rp.5.000

Maka 1 ha =

Rp.5000 x 10 Ton =

Rp.5000 x 10.000 kg =

Rp.50 jt /hektar/tahun

 

Kalau ada 74 juta hektar maka

74 juta x 50 juta =

3.700.000.000.000.000

Rp.3700 Trilyun/tahun,

 

HUTANG BISA LUNAS

KITA BISA MANDIRI

 

Itu baru 2x Panen

Kalau 3x Panen?

Rp.5550 Trilyun

 

Itu baru 5 Ton/ha

Kalau 10 Ton?

Rp.7400 Trilyun

 

Itu baru Gabah?

Kalau sampai BERAS maka uang yang berputar di rakyat semakin besar

 

Apalagi kalau kita tanam padi pakai PUPUK ORGANIK MURNI, maka

  1. Waktu panen jadi lebih cepat,
  2. Biaya lebih murah
  3. Hasil lebih banyak
  4. Tanah tidak rusak, bahkan semakin subur
  5. Rakyat semakin sehat (BPJS tidak defisit) karena tidak makan beras yg mengandung bahan kimia buatan, residu racun pestisida dan obat-obatan (racun hama, racun keong, racun rumput dll yang berbahaya bagi tanah dan manusia)

 

Kalau kita memang benar-benar ingin MAJU ya harus serius, komitmen 100% kerja, kerja, kerja untuk anak negeri yang FOKUS pada sumberdaya alam yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

 

Dan kalau negara sungguh-sungguh ingin membantu petani maka yg perlu dilakukan ada 3 hal yang paling PENTING dan MENDASAR yaitu BAGAIMANA CARANYA AGAR PETANI BISA

  1. Lebih Cepat Masa Tanamnya (3-5x/tahun)
  2. Lebih banyak jumlah hasil panennya (8-15 Ton/x panen)
  3. Biaya pupuk, bibit dan operasional lebih murah dari biasanya

 

KITA HARUS FOKUS KEPADA APA YG SUDAH ALLAH BERI UNTUK INDONESIA

 

TANAHNYA-RAKYATNYA

JIWANYA-BADANNYA

 

#Benahi Tanahnya dengan pupuk organik P2O yang alhamdulillah telah terbukti mampu menguraikan zat-zat berbahaya yang merusak tanah dan mengembalikan kesuburan tanah.

#Benahi rakyatnya dengan membangun ketahanan pangan disegala sektor pangan berbasis keluarga/komunitas (koperasi).

#Benahi jiwanya dengan membangun kesadaran RUH (Taat dan Tunduk pada ALLAH) bukan dengan TEORI SAJA, sebab orang-orang pintar di Indonesia sudah terlalu banyak, tapi belum bisa banyak berbuat karena KESADARAN RUHnya tidak muncul (diBajak).

Tanpa membangunkan KESADARAN RUH dan sistem syariah (bukan kapitalis) maka manusia tidak akan berhasil mengendalikan dirinya 100% terhindar dari korupsi.

#Benahi badannya dengan makanan yang halal dan thoyib (baik bebas racun dan kimia), lalu memutus pola hidup sakit dan membangun pola hidup yang sehat lahir bathin dengan quantum metode

 

Dan lain-lain secara komprehensif, simultan dan simple (praktis)

 

OK…

Masih ingatkah

Jeruk Pontianak

Jeruk Garut

Salak Pondok

Apel Malang

Jeruk Malang

Pepaya Depok Dll pada kemana?

 

Sekarang buah import lebih banyak dari buah lokal, kenapa bisa?

 

Kreatifitas KITA ANAK INDONESIA harus FOKUS pada hal-hal yang menunjang USAHA UTAMA yaitu dibidang PERTANIAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN, KELAUTAN dll

Itu semua kebutuhan utama, bukan kreatifitas yang tanpa arah dan gak jelas pasarnya.

Mengapa kita bangga ekspor 40 Ton beras ke Negara tetangga tapi kita masih import Jutaan Ton BERAS dll.

Sudah stop kreatifitas yang menyalurkan EGO saja. kita harus fokus pada kreatifitas yang berbasis potensi terbesar, berbasis kebutuhan utama dan bisa memenuhi hajat hidup orang banyak, bukan cuma jual beli atau yang hanya mengutamakan kepentingan sesaat dan mengorbankan kepentingan rakyat dengan berhutang.

 

Kita Layak dan Pantas MANDIRI, BERDAULAT, BERKUASA di Negeri sendiri.

 

Salam Petani Organik Murni Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *