oleh

Pedagang Jamu Oplos Alkohol dan Air, Dijual 10 Ribu

Jakarta, TribunAsia.com – Pedagang jamu yang mangkal di Jalan Raya Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur kedapatan menjual minuman keras (miras) oplosan tertunduk di meja hijau PN Jaktim.

Ketika persidangan, saksi yang berjumlah 2 orang diantaranya adalah anggota kepolisian dari Polres Jaktim dihadirkan dimuka persidangan dan mengutarakan kepada Majelis Hakim tentang cara pembuatan miras oplosan yang dijual bebas kepada masyarakat.

banner 336x280

Menurut saksi, terdakwa Zulfikar telah menjual minuman keras oplosan dengan bahan baku utama dari jamu bermerk Intisari dicampur dengan air mineral.

“Dia (terdakwa) jualan di jalan Pulo Gebang. Intisari terus dikasih air (oplos). Itu tempat alkohol Intisari dan Aqua,” kata saksi Arman berikan keterangan kepada Hakim, Senin (20/8/2018).

Pedagang jamu tanpa didampingi Kuasa Hukum saat sidang hanya tertunduk mendengarkan keterangan saksi-saksi seputar bisnis miras oplosan tanpa mengantongi izin.

Selain itu, jaksa penuntut umum (JPU), pertanyakan surat izin usaha dan dan disampaikan pula, miras oplosan dijual dalam kemasan plastik. Barang bukti yang disita diletakan di meja persidangan berupa 1 botol Intisari dan 1 buah derigen berwarna putih.

“Saksi dia jual oplosan ada izin tidak ?. Satu bungkus dia jual ke supir 10 ribu,” ujar Jack selaku penutut umum kepada majelis hakim.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ida Ayu serta didampingi oleh Hakim anggota M. Sirad dan RR Endah.

Tim Majelis Hakim juga menyampaikan kepada kepada terdakwa perihal informasi dan keterangan yang disampaikan kepada saksi-saksi tentang minuman beralkohol yang dipasarkan oleh penjual jamu.

“Bagaimana keterangan pak polisi,” tanya Majelis kepada terdakwa.

“Benar ,” jawab terdakwa dengan memanggutkan kepala diruang sidang.

Namun, Majelis Hakim meminta pekan depan kepada penuntut umum dalam agenda sidang berikutnya dapat menghadirkan saksi ahli memahami tentang hal tersebut.

“Satu minggu harus memanggil ahli. Ahli yang tahu. Sidang ditunda 1 minggu mendatangkan ahli,” jelas ketua majelis.

Kemudian sidang ditutup oleh Ketua Majelis Hakim dengan menunda dan mempersiapkan ahli pada kesempatan Senin depan. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *