oleh

Mahathir Berharap China Bantu Permasalahan Fiskal Malaysia

Kuala Lumpur, TribunAsia.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berharap China bisa membantunya dalam menyelesaikan permasalahan fiskal yang dihadapi Malaysia. Harapan tersebut dikemukakan langsung kepada pemerintah China saat bertemu Perdana Menteri China Li Keqiang di Beijing awal pekan ini.

“Kami percaya China akan simpati pada masalah kami,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/8).

banner 336x280

Kondisi fiskal Malaysia saat ini memang sakit. Utang negara tersebut saat Mahathir Mohamad kembali menjadi perdana menteri Mei lalu mencapai 1 triliun ringgit Malaysia (Rp3.593 triliun) atau 65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut Mahathir menyatakan akan memotong gaji seluruh menteri dan kabinetnya sebesar 10 persen.

Selain itu, agar utang Malaysia tidak terus naik, ia akan mengevaluasi kembali proyek infrastruktur. Salah satu yang dikaji adalah proyek Kereta Api bernama Link East Coast Rail yang dikerja samakan dengan China.

Proyek tersebut merupakan bagian dari infrastruktur yang masuk dalam Inisiatif Belt and Road yang digagas China ditangguhkan oleh Mahathir. Nilai proyek mencapai US$20 miliar. Selain itu, Mahathir juga menghentikan dua proyek bernilai US$2,3 miliar yang diberikan kepada kontraktor China karena berkaitan dengan korupsi dana negara Malaysia 1MDB.

Mahathir yakin bahwa China akan bersimpati ke Malaysia atas masalah fiskal yang membelit Negeri Jiran tersebut. Sementara itu, Li berharap kerja sama antara China dengan Malaysia tetap bisa berlanjut, terutama di bidang perdagangan.

Bahkan, China melalui Li menyatakan bahwa siap meningkatkan impor minyak sawit dan hasil pertanian dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan negaranya.

Li mengatakan bahwa dalam pertemuannya dengan Mahathir, China dan Malaysia telah mencapai kesepahaman, termasuk di bidang pertukaran mata uang bilateral, minyak kelapa sawit, karet dan impor durian. “Poinnya, tetap saling ramah satu sama lain dalam jangka panjang,” katanya. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *