oleh

yang Muda yang Berkarya untuk Kampung Halaman

Gowa, TribunAsia.com – Zulkifli KL, nama seorang pemuda yang tinggal di Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Dia adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Zulkifli atau biasa disapa Mr Strange pernah menuntut ilmu di Pare Kediri atau biasa kita sebut Kampung Inggris. Saat di Pare anak muda ini dipercaya untuk menjadi Sekretaris Association of Sulawesi Students (ASSET), kala itu mr iqro’ yang menjadi presiden ASSET.

Saat ia balik ke Makassar, muncul perenungan baru dalam dirinya tentang pentingnya pendidikan, pada saat itu di kampung halamannya, Gowa, banyak kaum remaja yang tidak peduli dengan pentingnya pendidikan terkhusus Bahasa Inggris, hingga pada saat belajar banyak yang bolos. Berangkat dari situlah akhirnya muncul ide dan gagasan Zulkifli untuk membuat gerakan atau aksi nyata dengan mendirikan sebuah organisasi atau komunitas yg diberi nama Association of Gowa Students (ASGET).

Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Salah satu program unggulan di organisasi ini adalah Bahasa Inggris. Setiap anggota akan diberikan materi Bahasa Inggris sebagai sebagai dasar untuk mampu berbahasa Inggris hingga 2 bulan, setelah itu setiap anggota akan diberikan aturan untuk tidak menggunakan bahasa lain kecuali Bahasa Inggris. Metode ala Kediri ini mampu menghipnotis banyak pemuda/i dan remaja untuk bergabung.

Selain itu seluruh anggota juga diberi pelatihan sastra dan seni. Organisasi atau komunitas ini sudah memiliki 3 cabang di Kabupaten Gowa yakni kecAmatan Bontomarannu, Parangloe, dan  Pattallassang. Adapun anggota ASGET berasal dari kalangan Mahasiswa/i dan siswa/i.  ASGET  juga sudah melebarkan sayap di sekolah pada tiga wilayah kecamatan tersebut dengan membuka komunitas ASGET. ASGET pun mendapat dukungan apenuh dari pemerintah, kepala sekolah, para guru, parah tokoh, dan dosen UNISMUH Makassar, salah satunya adalah Muhammad Taher.

Zulkifli juga sangat berpengaruh di kepemudaan. Ide dan gagasannya dalam sebuah diskusi menjadi senjata andalan untuk selalu turut andil dan berkontribusi dalam melakukan perubahan yang lebih baik.

“Harapan saya mudah-mudahan gerakan ini menjadi sumber inspirasi buat kaum intelektual muda/i untuk tidak menutup mata dan telinga untuk melakukan perubahan ke yang lebih baik. Lakukanlah segalanya dengan ikhlas, sabar, usaha dan yakin kalau semua yang kita lakukan akan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT” ungkapnya kepada Tribun Asia.com. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *