oleh

Terdakwa Penganiaya dan Pemukul Anggota TNI dengan Batu di Vonis 2 Tahun

Jakarta, TribunAsia.com – Majelis hakim putuskan hukuman selama 2 tahun penjara kepada terdakwa penganiaya anggota TNI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, (16/08/18). Yang mana dalam agenda pekan lalu telah dibacakan oleh penuntut umum dituntut selama 1 tahun 4 bulan.

Terdakwa diketahui berjumlah 2 orang bernama Maranatha Sitepu dan Robert Ginting Munte dengan sengaja melakukan tindakan melawan hukum atas tindak kekerasan dengan mengunakan sebongkah batu.

banner 336x280

Menurut Ketua Majelis Hakim, dari perbuatan terdakwa saksi korban diketahui bernama Fransiskus Sianipar dan Yuliani Wahyuni mengalami luka di bagian kepala. Selanjutnya, pada tanggal 5 Mei 2018 korban berobat serta visum ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cakung.

Terkait tindak kekerasan, korban nyaris selama 1 bulan lamanya tidak dapat beraktivitas dalam bertugas, karena luka benda tumpul dan proses pemulihan kesehatan.

“Menimbang atas dakwaan tersebut sehubungan dengan penyesalan, jaksa penuntut umum menghadirkan saksi korban bernama Fransiskus Sianipar dan Yulia Wahyuni yang tertuang dalam putusan ini,” kata ketua majelis hakim Suparman Nyompa.

Dalam tindakan kerasan terhadap korban anggota TNI, penuntut umum dihadiri oleh Jaksa Wisnu dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa serta didampingi oleh Hakim Anggota Surung Simanjuntak dan Wahyu Sektianingsih.

Baca Juga : Sidang 2 Penganiaya Anggota TNI, Pengunjung Sidang Dipenuhi TNI Berpakaian Dinas

Aksi kekerasan terjadi di Jalan Pulo Gebang, Cakung, Jaktim ketika korban sedang pesan bubur ayam dan cekcok mulut pun tidak terhindarkan antara korban dan pelaku karena pengaruh minuman keras beralkohol.

“Menimbang dengan keterangan saksi dan fakta-fakta mampir diwarung jalan Pulo Gebang dengan maksud makan bubur ayam saksi pesan bubur ayam saksi korban. Lalu mengatakan mabok ya bang lalu terjadi cekcok mulut lalu dikerahkan oleh terdakwa Maranatha kemudian dipukul. Setelah terdakwa bersama rekan terdakwa sedang duduk dijalan saksi dan korban lalu dipukuli lalu dia mengatakan ini tentara Maranatha juga melakukan pemukulan,” ujar majelis hakim.

Ketika pembacaan putusan terdakwa didampingi oleh Kuasa Hukum. Serta Hakim menyampaikan yang meringankan hukuman terdakwa antara lain terdakwa bersikap sopan dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik.

“Keadaan yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan membuat luka. Begitupula dalam persidangan kedua terdakwa mampu menjawab seperti orang sehat. Subjek hukum harus bertanggung jawab terhadap hukum,” jelas hakim.

Oleh karena perbuatan melanggar hukum, maka terdakwa diganjar dengan hukuman selama 2 tahun dan denda Rp.2.000. Lanjut Majelis Hakim, bila terdakwa tidak sependapat dengan putusan itu, dipersilahkan banding dan diberi kesempatan untuk pikir-pikir untuk proses hukum berikutnya.

“Maranatha Sitepu dan Robert Ginting Munthe secara bersama sama mengakibatkan orang lain terluka menjatuhkan terdakwa hukuman selama 2 tahun. Barang bukti batu dirampas untuk dimusnahkan. Biaya perkara Rp.2.000,” tutup ketua majelis hakim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *