oleh

Ngobrol Bareng Warga Duren Sawit : HUT RI 73 dan Bisnis Sosmed

Jakarta, TribunAsia.com – Panitia HUT RI ke-73 adakan ‘Ngobrol Asik’ bersama warga Duren Sawit dengan menyikapi perkembangan media sosial diera teknologi digital. Acara yang digelar Rabu malam dilapangan komplek perumahan IKIP RT 002 RW 01 Jalan Pendidikan, Duren Sawit, Jakarta Timur menghadirkan dosen ekonomi dari UNJ dan praktisi sosial media.

Menurut Erika Takidah, yang berprofesi sebagai Dosen menyampaikan, dengan kemajuan teknologi informasi yang lebih mudah diakses kiranya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Maka, Ia berharap masyarakat dapat mempergunakan dengan bijak serta potensi kesempatan bisnis pun terbuka luas bagi yang kreatif diantaranya seperti Instagram, facebook, tweeter dan sebagainya.

“Ada kemajuan teknologi sekarang kemajuan kita sdh digital. Jadi, sekarang era sudah berbeda dengan mudah. Saya ingin lebih fokus ke ekonomi. Sekali klik kita mendapatkan apa saja berkesempatan untuk wirausaha. Kalau dirumah menurut anda dapat uang nggak ?,” kata Erika dihadapan warga, Rabu (15/8/2018).

Oleh karena itu, tentang penggunaan sosial media dewasa ini dimanfaatkan oleh sebagian kalangan untuk mengais rezeki secara online. Dengan kemudahan jaringan internet saat ini, dia pun membandingkan tak semudah bisnis pada kesempatan beberapa tahun lalu yang belum memiliki akses internet.

Kendati demikian, generasi muda dapat  dengan mudah mencari keuntungan dan fokus tidak membuang waktu untuk memposting produk atau jasa ditengah-tengah keterbukaan informasi seperti online shop.

“Kalau ada akses internet tinggal buka sampai ke luar negeri. Langsung fokus kita ke ekonomi untuk bisa remaja-remaja yang tangguh berjualan seperti ibu-ibu jualan baju atau online shop. Jangan salah untuk membantu gvaran besar meningkatkan ekonomi pendapatan dengan slogan KIKI (kreatif, inovatif, komitmen dan integritas),” imbuh Dosen UNJ.

Selain itu, Boy Hamidy praktisi media sosial mengatakan diperkirakan 265 juta jiwa menggunakan fasilitas internet dan negara Indonesia pengguna terbesar terutama kota Jakarta dan kota Bandung.

Bahkan, kata Boy melalui YouTube dapat memperoleh penghasilan yang fantastis mencapai 30-50 juta setiap bulan.

“Jadi, ingin menyampaikan medsos ini hal yang lazim. Orang Indonesia itu potensinya besar temen-temen disini peluang besar. Yang terbaru 265 juta orang Indonesia menggunakan internet, mangkanya orang Indonesia dijuluki kota paling berisik,” kata praktisi medsos.

Diera kemajuan teknologi, menurutnya untuk memperoleh pendapatan ekonomi lebih mudah dengan syarat harus kreatif seperti artis YouTube.

“Jadi, sekali lagi ini peluang saat ini banyak orang kaya. Sekarang ngendon (di dalam) dirumah aja dapat duit. Kalau mau jadi YouTube’ers dari sekarang,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama diutarakan oleh Lurah Duren Sawit yang akan membangun situs web resmi untuk memfasilitasi warga dan pemerintah setempat dalam mengakses informasi termasuk program ekonomi berbasis digital.

Sebelumnya, program pemerintah daerah melalui Ok Oce (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) akan dikembangkan dan bekerja sama dengan instansi perusahaan ternama termasuk BUMD.

“Yuk kita bangun kelurahan duren sawit kegiatan yang dapat membangun mengedukasi kewarga. Tapi nanti dikemas kita sudah bentuk ditingkat kelurahan. Wacana Ok Oce yang pertama dan BUMD. Nantinya bisa menangani warga duren sawit ini masih percobaan. Saya yakin anak muda yang namanya sosmed tidak asing lagi yang namanya Instagram dan facebook. Ada yang namanya situs duren sawit nanti kita akan kembangkan smart durensawit yang nantinya konsep ini akan kami kembangkan dan bekerja sama dengan perusahaan yang ternama untuk pembiayaan yang dapat membackup,” ujar Didik Diarjo.

Kedepan kata Didik, dirinya akan membutuhkan remaja kreatif untuk dijadikan koresponden bagi yang mahir menggunakan sosial media untuk membangun wilayah Duren Sawit melalui smart duren sawit dan membutuhkan dukungan dari lapisan masyarakat untuk menentukan arah ekonomi.

“Yang mana memang ekonomi tumbuh dari lingkungan kelurahan. Ekonomi ini terpendam dari sisi marketing. Saya ingin menawarkan adik-adik menjadi koresponden khususnya masyarakat di duren sawit dan akan ditiru oleh kelurahan lain. Ada namanya masyarakat yang bisa mengedepankan , menginisiasi kegiatan warga. Saya berharap kelurahan duren sawit bisa ini bisa menjadi bagian wacana pak gubernur dan wakil gubernurub,” harapnya.

Sementara, Ketua panitia ikatan remaja RT 002 RW 01 mengutarakan, dari apa yang dipaparkan terkait sosial media diharapkan generasi muda khususnya di Duren Sawit, Jaktim dapat membawa manfaat serta kemajuan lingkungan bila ildiimplementasikan dengan baik.

“Semoga kita berkumpul membawa manfaat kemajuan lingkungan. Dan semoga menambah wawasan kita implementasikan dilingkungan ini,” singkat Izhar Syafawy.

Perlu diketahui, acara ‘Ngobrol Asik’ dihadiri oleh Ketua RT, RW, LMK setempat serta tokoh masyarakat. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *