oleh

Dhawiya dan Muhammad Dituntut 2 Tahun oleh JPU, Fitria: Kita Punya Hak untuk Membela

Jakarta, TribunAsia.com – Persidangan narkotika dengan agenda tuntutan telah didengarkan oleh terdakwa Dhawiya Zaida dan Muhammad. Yang mana telah dibacakan oleh penuntut umum (JPU), ketika sidang bahwasannya, terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu diancam dengan hukuman selama 2 tahun dan menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) bertempat di Cibubur, Jakarta Timur.

Namun, Fitria Sukaesih sebagai kakak kandung terdakwa Dhawiya mengatakan, dari tuntutan yang dibacakan oleh kedua tim penuntut umum yang sudah didengarkannya diruang sidang pihak keluarga memilik hak untuk membela dalam kesempatan berikutnya.

Baca Juga : Dhawiya dan Muhammad Dituntut 2 Tahun oleh JPU, Fitria: Kita Punya Hak untuk Membela

“Tuntutan kita punya hak untuk membela kita lihat saja nanti,” ucap Fitria dipelataran PN Jaktim, Senin (14/8/2018).

dia menambahkan, perihal kondisi adiknya saat persidangan dalam keadaan sehat. Untuk itu, Fitria pun tak luput menyampaikan pesan yang diajari oleh Ibunda Elvi Sukaesih tentang perjalanan kehidupan kepada anak-anaknya.

“Umi sudah tau umi selalu mengajari bahwa beginilah kehidupan. Saya lagi fokus masalah ke Dhawiya,” paparnya.

Saat agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Dhawiya dan Muhammad, Ibunda Elvi tidak dapat menghadiri persidangan dikarenakan sedang sibuk dengan jadwal syuting pada Senin malam.

“Jadi, ada syuting ada di KDI entar malam dan Umi berpesan kepada Dhawiya dan Muhammad,” kata Fitria.

Baca Juga : Saksi Ahli Rekomendasikan Terdakwa Pemakai Sabu-Sabu Dhawiyah Direhabilitasi

Lanjutnya, adapun ciri khas makanan kesukaan terdakwa Dhawiya turut disebutkan oleh Fitria yang berasal dari Padang, Sumatera Barat yang terasa pedas.

“Makanan yang disuka selalu rendang pedas padang-jakarta,” imbuhnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *