oleh

3 Orang Kurir Pasok 1,5 KG Sabu-Sabu dari Aceh ke Jakarta Melalui Bandara Halim Diungkap di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – 3 Orang terdakwa pemasok narkotika dengan jenis sabu-sabu seberat 1,5 kilo gram melalui jalur udara dari Aceh menuju Bandara Halim Perdana kusuma, Jakarta terungkap di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Saat ini, terdakwa diketahui bernama Muzakir, Arif Hermansyah dan Rahmat Riza menjalani proses hukum dipersidangan dan saksi yang dihadirkan kala itu adalah 2 orang anggota Polri yang sedang menangkap terdakwa di lokasi PGC dan Tamini Square.

banner 336x280

Menurut keterangan saksi Anton, pada tanggal 25 Februari 2018 tim telah mengintai kedatangan 3 tersangka dari Aceh akan landing ke Bandara Halim Perdana Kusuma dengan membawa narkotika berbentuk kristal.

“3 tersangka ini ditangkap ditempat yang berbeda yang pertama kejadian di PGC dari informasi masyarakat kurir ini dari Aceh kita tindak lanjuti. Terbentuk tim kelokasi kita dapat keterangan kurir itu akan datang melalui bandara di Aceh. Tanggal 25 Februari 2018 yang kita duga 3 orang kurir berasal dari Aceh. Pada tanggal 25 Februari 2018 (minggu) dari Aceh ke Bandara Halim Perdana Kusuma,” kata saksi Anton, Senin (13/8/2018).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan dihadapan Majelis Hakim, dari hasil pengembangan kasus narkotika itu dimulai dari lokasi baik yang memberi barang haram tersebut  maupun yang menerima di Pusat Cililitan (PGC) Jaktim.

“Jam 11.00 Wib Batik Air di Halim Perdanakusuma kita dapat 1 terduga kurir saya ikuti 1 orang terduga kita ikuti di lobby PGC sekitar 12.50 Wib kita langsung tangkap kurir dari Aceh bernama Muzakir tak lama disekitar PGC 1 tak lagi kita pegang nama Arif Hermansyah yang menerima barang,” imbuh saksi.

Kemudian, saksi menelusuri kembali untuk tersangka berikutnya menuju Tamini Square hingga ke Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Untuk selanjutnya, tim dibagi menjadi 2 untuk mengungkap target tersangka yang membawa sabu-sabu.

“Setelah itu, kita geledah berisi kue bolu yang berisi narkotika. Setelah itu tim dibagi 2 untuk menyelidiki ke Cibinong. Selanjutnya, kita bergerak ke Tamini Square kita bawa alat ada 2 orang yang tepatnya di depan Starbucks sedang membeli makanan,” bebernya.

Dalam persidangan 1,5 kilo gram sabu-sabu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Siti Rochmah serta didampingi oleh Nelson J Marbun dan Barita Sinaga.

Majelis Hakim turut pertanyakan saksi ketika penangkapan 3 orang kurir narkotika termasuk imbalan yang diterima oleh terdakwa itu.

“Mereka mengaku sebagai kurir ditanya nggak ?. Ini yang di Taman mini. Dikasih upah ?,” ujar Siri Rochmah kepada saksi.

“Akan dikasih 20 juta dipotong tiket kalau sukses akan menerima. Kalau Rahmat dan Murdani sudah ini yang kedua kali,” jawab saksi Anton.

Namun, saksi Husni pun menuturkan ketika kepada Majelis Hakim bahwa dirinya hanya melakukan penangkapan dan menyita telepon selular milik 3 orang kurir itu.

“Saya hanya nangkep yang mulia saya hanya HP,” singkat Husni saksi kedua.

Sementara, Felly Kasdi selaku penuntut umum ikut serta mempertanyakan saksi  ketika melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan melakukan komunikasi dengan Indra.

“Penangkapan starbuck tmni square. Indra itu berkomunikasi langsung dengan Rahmat ya,” tanya Felly.

“Yang menyerahkan barang itu Murdani. Klo kita setelah membawa ke kantor BNN Si Arif dikendalikan oleh Didi kadang dikendalikan oleh Fahmi dan Awi DPO masih dalam pengembangan,” jawab saksi Anton.

Selain itu, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk memperoleh pelayanan bantuan hukum dari Posbakum yang berkantor di PN Jaktim.

“Apakah saudara saksi sudah tahu sebelumnya target yang akan ditangkap. Apakah saudara saksi ini mendapat informasi dari masyarakat. Dari manakah saudara saksi tahu bahwa pemberian imbalan dari hasil transaksi,” tanya Andre, SH selaku Penasehat Hukum dari Posbakum.

“Kita dapat informasi dr masyarakat dr Aceh yang akan datang ke Jakarta selebihnya tim lah. Dari Didi dan Arif yang masing-masing pemberian ini (imbalan),” jawab saksi Anton. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *