oleh

Greenpeace Indonesia : Jakarta Tempati Kota Polusi Udara Nomor Wahid

Jakarta, TribunAsia.com – Polusi udara di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu, Jakarta menjadi ‘juara’ pertama sebagai kota dengan polusi tertinggi di dunia berdasarkan data dari pemantau kualitas udara, AirVisual, yang dipublikasikan akun twitter Greenpeace Indonesia @GreenpeaceID.

Dari data tersebut, DKI Jakarta kemarin menempati urutan pertama dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) 183, disusul Krasnoyarsk, Russia, dengan AQI 181; kemudian Lahore, Pakistan 157; Vladivostok, Rusia AQI 149; dan di urutan ke lima Kabul, Afghanistan AQI 135.

“Publik tidak mengetahui soal informasi Jakarta menempati urutan wahid dalam polusi udara,” kata aktivis WALHI dan Jaringan Rakyat Sadar Lingkungan (JARLING) Riza V. Tjahyadi di Jakarta, Senin (13/8).

Riza menambahkan,polusi udara ini jangan dianggap enteng. Inimenunjukan kualitas hidup sebuah kota dan menciptakan kota yang ramah lingkungan.

“Saya meminta Pemda DKI Jakrta untuk serius membenahi infrastuktur perkotaan yangmenyumbang polusi terbesar seperti pabrik, kendaraan bermotor dan kemacetan,” kata Riza.

Riza mengutip data WHO, melaporkan lebih dari 90 persen orang di Bumi menghirup udara dengan tingkat polutan yang tinggi. Badan kesehatan PBB ini memperingatkan bahwa racun di udara dapat menyebabkan stroke dan kanker paru-paru.

“Polusi udara adalah penyebab kematian sekitar 7 juta orang di seluruh dunia setiap tahun, demikian menurut laporan baru yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” kata Riza.

sembilan dari sepuluh orang secara global menghirup udara dengan tingkat polutan yang tinggi.

“Polusi udara mengancam kita semua, tetapi orang-orang termiskin dan paling terpinggirkan menanggung beban yang paling berat,” pungkas Riza. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *