oleh

Usai Mendaftar ke KPU, Capres Probowo Mengatakan Akan Berjuang Bersama Rakyat dan Semua Agama

Jakarta, TribunAsia.com – Setelah mendaftarkan diri sebagai pasangan calon presiden serta wakil presiden, Prabowo Subianto menyampaikan di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat bersama seluruh kekuatan elemen serta masyarakat dirinya akan berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Saudara- saudara saya disini dengan Sandiaga Uno dan seluruh kekuatan saya berjuang untuk kalian semua agama. Tenaga upaya saya tumpahkan untuk kalian semua saya membela untuk bangsa,” kata Prabowo, Jum’at (10/8/2018).

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya yang kini resmi resmi mencalonkan diri sebagai calon presiden tahun 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengatakan dan meyakinkan kepada publik kebenaran akan selalu benar demi membela tanah air.

“Yakinlah yang benar akan selalu benar. Tuhan subahanallah wataala membela rakyat yang susah,” sambungnya.

Untuk itu, dengan menumpang kendaraan roda empat berwarna putih Prabowo turut menyinggung masalah bangsa yang telah dikuasai oleh negara asing, bahkan menjadi antek-antek bangsa lain. Oleh sebab itu, dia pun menuturkan, bila warga negara Indonesia menjadi kacung bangsa lain maka disebutlah bagian kegagalan sistem pemerintah.

“Untuk rakyat Indonesia itu tekad saya itu tekad Sandiaga Uno kita tidak mau antek bangsa lain kacung bangsa lain, ini bagian dari gagal republik,” ungkap Capres 2019.

Ditengah-tengah kerumunan masa, Prabowo menyoroti ekonomi bangsa yang saat ini dinilai telah memasuki  keterpurukan ekonomi terutama masyarakat berpendapatan rendah.

Dengan dampak ekonomi yang terjadi pada saat ini, dia berpesan kepada masyarakat luas untuk tidak putus asa hingga melakukan aksi bunuh diri karena kemiskinan.

“Kalau kamu miskin jangan juga anakmu miskin ini bagian dari gagal republik. Tidak boleh ada yang putus asa tidak boleh ada yang bunuh diri. Tidak bisa memberi makan anak-anaknya kita hina berhentilah jadi republik,” ujar Prabowo.

Selanjutnya diatas mobil dia menegaskan, tugas pemimpin terbagi menjadi 2 antara lain membela rakyat dan mengurangi penderitaan rakyat.

“Tugas pemimpin ada dua membela dan mengurangi penderitaan rakyat. TDK boleh ada yang putus asa. Kita yakin kita berada dipihak yang benar. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. Merdekaaaa,” tutupnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *