oleh

Korban Penembakkan Aksi Teroris Mendapat Kompensasi dari Negara dan LPSK

Jakarta, TribunAsia.com – Korban penembakkan aksi teroris mendapat kompensasi dari negara melalui lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK). Diketahui dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sutomo No.1 Penggilingan, Cakung, Jaktim. Penasehat Hukum, Drs. Arman Remy SH,. MH tentang kliennya yang terjadi di Bima dengan korban seorang anggota polisi dan penembakan dilakukan oleh Ikbal.

Saat ini, dikabarkan korban telah pulih dan telah menerima bantuan dari negara. Menurut, Arman korban penembakan tidak meninggal dunia dan memperoleh perhatian dari LPSK. Diantara, mereka saksi dihadirkan tidak semuanya mengetahui dari keterangan saksi-saksi.

banner 336x280

“Yang menembak kan Ikbal yang lain tidak tahu. Yang ditembak tidak meninggal dan dapat kompensasi dari negara atau LPSK,” kata tim pembela muslim (TPM) Arman kepada TribunAsia.com, (8/8/2018).

Selanjutnya, tim pembela muslim memintai keterangan dari 3 orang terdakwa teroris di hadapan Majelis Hakim PN Jaktim.

“Ikbal kenal dengan Abdul Hamid. Sudah lama kenal. Apa yang diketahui Ikbal bagaiman prilakunya. Ikbal tahu dari mana latihan taekwondo itu,” tanya Arman.

“Saat shalat disitu aja. Saya denger denger dia punya izin (taekwondo). Pada waktu itu shalat dimasjid,” jawab terdakwa.

Sementara, Ketua Majelis Hakim PN Jaktim menyampaikan diruang sidang kepada para terdakwa tentang kebenaran kesaksian yang dihimpun dalam persidangan.

“Yang dijelaskan itu benar atau salah,” ucap Hakim Ida Ayu kepada terdakwa.

Kemudian, Majelis Hakim pun memberikan pesan kepada penuntut umum (JPU), dalam kesempatan pada hari Rabu depan menghadirkan saksi ahli.

“Saudara sudah merasa cukup. Minggu depan menghadirkan saksi ahli. Sidang ditunda diberi kesempatan untuk penuntut umum menghadirkan saksi ahli,” ujar majelis hakim.

“Sudah cukup. Kami minta satu kali lagi Minggu depan saksi ahli,” kata penuntut umum.

Persidangan teroris pada Rabu, 8 Agustus 2018 dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim yaitu Ida Ayu serta didampingi anggota antara lain Maslikan dan Endah. Untuk tim penuntut umum dihadiri dari Kejaksaan Agung RI. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *