oleh

Keluarga Korban Asusila Caci Maki Jaksa Teguh

Jakarta, TribunAsia.com – Keluarga korban asusila emosi serta caci maki penuntut umum (JPU) yang diketahui bernama Teguh dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang ditanganinya nya. Kasus asusila dengan korban wanita dibawah umur diperkirakan berusia 12 tahun. Kini, telah masuk di PN Jaktim dengan agenda putusan atau vonis di Jalan Dr. Sumarno No.1, Pengilingan, Cakung – Jakarta Timur.

“Sidang tadi kita duduk paling depan sudah 2 jam didalam. Terdakwa masuk kita disuruh keluar lagi belum sidang. Saya datang dari pagi. Itu jaksanya Pak Teguh ada main. Korban tidak bisa kemari karena masih trauma pelecehan seksual. Sidang tiba-tiba sudah ada putusan ini ada main nih,” kata Neti sambil emosi kepada jaksa Teguh dipelataran PN Jaktim, Kamis (9/8/2018).

Luapan emosi keluarga korban tidak terhindarkan Jaksa yang bernama Teguh tak henti-hentinya di caci maki oleh kaum Ibu dan keluarga korban lainnya.

Lebih jauh, keluarga korban pun menilai, dari kasus yang dialami putrinya, tidak pernah diberi informasi tentang jadwal dan agenda persidangan. Justru, yang lebih menjengkelkan ketika jaksa tersebut dihubungi melalui telepon selular tidak kunjung direspon.

“Saya telpon HP-nya nggak diangkat-angkat. Saksi tidak pernah dihadirkan harusnya setiap sidang kita dikasih tau dong. Selama sidang berlanjut nggak pernah ada kabar,” cetusnya dengan nada emosi.

Sambung Neti, pihak korban telah melaporkan kasus asusila tersebut, terdakwa bernama Amris kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan korban telah konsultasi dengan penasehat hukum.

“Kita sudah dari lawyer, kemarin ke KPAI. Nggak nyangka nggak pernah dikasih tau (agenda sidang),” beber keluarga.

Sementara, jaksa lain yang berada di PN Jaktim mencoba menengahi komplain keluarga yang disaksikan oleh khalayak umum dipelataran pengadilan. Dan saat itu, jaksa wanita berusaha memastikan dan mencari informasi tentang agenda persidangan kepada keluarga korban asusia yang emosi.

“Nanti saya pastikan. Aku mencoba memastikan saya tidak ada kepentingan ya. Sudah tahu putusannya ?. Saya juga aktivis perempuan,” ucap Lena menengahi keributan antara jaksa Teguh dan keluarga korban. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *